(Ber-)Komunikasi Untuk Eksis

Oleh | Dewi Puspita Sari | 362007035

Manusia adalah makhluk individu dan sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial maka manusia membutuhkan hubungan dengan orang lain. Dalam tahap berhubungan dengan orang lain inilah yang dikatakan sebagai interaksi. Salah satu yang digunakan oleh manusia untuk berinteraksi adalah komunikasi. Komunikasi berfungsi sebagai perangkat yang mendukung terjadinya proses interaksi antar manusia. Komunikasi adalah prasyarat kehidupan manusia karena tanpa komunikasi, interaksi manusia, baik secara perorangan, kelompok maupun organisasi tidak akan mungkin dapat terjadi.

Tindakan komunikasi dapat dilakukan dalam berbagai cara baik secara verbal (dalam bentuk kata-kata, baik lisan atau tulisan) ataupun nonverbal dalam bentuk misalnya, gesture, tingkah laku, atau gambar-gambar. Komunikasi juga dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung. Komunikasi tidak langsung adalah tindakan komunikasi yang dilakukan tidak secara perorangan tetapi melalui medium atau alat perantara tertentu. Misalnya penyampaian informasi melalui surat kabar, majalah, radio, televisi, dan lain-lain.

Selain untuk menyampaikan informasi, orang berkomunikasi untuk menunjukkan dirinya eksis. Inilah yang disebut aktualisasi diri atau yang biasa dikenal dengan eksistensi diri. Dalam kehidupan, manusia membutuhkan orang lain untuk menemaninya. Sama dengan remaja yang membutuhkan orang lain dalam bergaul. Kebanyakan remaja membuka diri untuk untuk semua orang agar dapat memperoleh teman sebanyak-banyaknya. Karena anggapan memiliki teman yang banyak berarti mereka adalah anak gaul yang dikenal oleh banyak orang. Semakin banyak yang membuka diri, maka semakin banyak orang yang mereka kenal.

Dalam pergaulan remaja sekarang, mereka sering melakukan hal-hal yang baru dan berbeda dengan yang lainnya. Misalkan mengubah gaya berpakaian dan mengikuti gaya berpakaian para artis Korea. Karena pada saat ini, televisi paling sering menampilkan budaya Korea mulai dari girl band, drama serial, dan penampilan-penampilan artis Korea. Sehingga banyak remaja yang akhirnya menjadi demam Korea, dan hampir semuanya berbondong-bondong untuk bergaya pakaian ala Korea atau bergaya rambut ala Korea juga. Selain gaya berpakaian, yang mencolok dilakukan adalah gaya berkomunikasi, yaitu gaya berkomunikasi lisan dan tulisan. Dalam berkomunikasi pun mereka menggunakan bahasa yang baru dan berbeda dengan bahasa sudah ada dan biasa dipakai selama ini. Mereka menciptakan bahasa mereka sendiri yang disebut dengan bahasa gaul. Seperti ciyus (serius), miapah (demi apa), dan lain-lain.

Pengakuan sebagai anak gaul inilah yang memang dicari dan ingin didapatkan. Jadi perasaan akan merasa bahagia jika memang sudah dianggap sebagai anak gaul. Mereka akan berusaha untuk mempertahankan predikat anak gaul ini dengan tetap mempertahankan gaya berpakaian dan gaya berkomunikasi mereka yang menggunakan bahasa gaul ini. Terutama dalam komunikasi lisan, mereka akan tetap menggunakan singkatan gaul yang telah ada. Semua atribut gaul yang melekat pada remaja sebagian besar memang sangat dipengaruhi oleh media massa terutama televisi, dan budaya Korea yang sampai saat ini masih menjamur.

Model Lasswell menggambarkan komunikasi dalam ungkapan Who Says What In Which Channel to Whom With What Effect. Model ini menjelaskan tentang proses komunikasinya dan fungsinya terhadap masyarakat. Model Lasswell sering diterapkan dalam komunikasi massa. Who yaitu komunikator yang menyampaikan pesan, Says What (pesan) yaitu pesan tentang budaya Korea dan bahasa gaul, In Which Channel (media yang digunakan) yaitu televisi, To Whom (komunikan) yaitu remaja, dan With what Effect yaitu akibat yang ditimbulkan pesan komunikasi massa yaitu remaja menduplikat budaya Korea dan bahasa gaul untuk keeksistensi diri dalam pergaulannya. Melalui model Lasswell, kita dapat melihat transmisi warisan sosial dari suatu generasi ke generasi lainnya.

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s