Pentingnya Komunikasi dalam Keluarga

Lauren kurnia tjokro

36 2012 093

Komunikasi adalah suatu proses interaksi sosial dimana seseorang menyampaikan pesan atau maksut kepada orang lain atau kepada kelompok. Komunikasi sangatlah penting bagi semua orang. Tanpa adanya komunikasi, manusia tidak dapat saling mengerti satu dengan yang lain. Komunikasi sangat membantu manusia untuk saling berinteraksi serta dapat saling mengutarakan maksut dan bertukar pendapat.  Tanpa adanya komunikasi, manusia tidak dapat saling mengerti atau akan terjadi salah paham antara satu dengan yang lain, atau dalam pengantar ilmu komunikasi biasa disebut dengan miss communication. Miss communication akan berdampak buruk bila tidak ada kejelasan yang pasti bagi para pelakunya tentang kesalahpahaman tersebut.  Dalam proses komunikasi harus ada penyampai pesan atau maksut ( sender ) yang bertugas untuk menyampaikan isi pesan tersebut. Serta harus ada isi pesan ( message ) yang akan disampaikan. Selain itu, juga harus ada penerima pesan ( receiver ). Unsur komunikasi yang terpenting adalah memiliki 3 unsur tersebut.  Sama halnya dalam sebuah keluarga. Tanpa adanya komunikasi yang baik antara anggota keluarga, maka kesalahpahaman atau miss communication akan terjadi dan dapat menyebabkan kurang harmonisnya sebuah keluarga tersebut. Misalnya antara suami dan istri dibutuhkan komunikasi yang baik dan lancar untuk menjaga hubungan mereka agar tetap harmonis.  Antara suami dan istri harus memiliki komunikasi yang baik dan lancar agar dapat saling memahami satu dengan yang lain. Bila salah satu dari mereka kurang dalam berkomunikasi, akan menimbulkan kecurigaan, kesalahpahaman, atau miss communication. Contohnya bila suami susah dihubungi, atau tidak pernah menghubungi istri, maka akan timbul kecurigaan bagi si istri bila suaminya selingkuh, dan sebagainya.  Suami dan istri yang lancar dalam komunikasi akan mempermudah mereka untuk membangun rumah tangga yang aktif. Kelancaran komunikasi membantu mereka untuk saling bertukar pendapat, meminta pendapat, mengutarakan isi dan maksut perasaan satu sama lain, agar dapat saling mengerti dan menghindari kesalahpahaman.  Kurangnya komunikasi membuat mereka tidak dapat bertukar pikiran, tidak akan dapat memahami dan mengerti perasaan masing – masing. Kurangnya komunikasi antara suami dan istri ini akan menyebabkan hal – hal yang tidak diinginkan, seperti perceraian. Ini akan sangat mengancam keutuhan keluarga hanya karena kurangnya komunikasi. Komunikasi yang aktif dalam sebuah keluarga, tidak hanya diperlukan oleh suami dan istri, tetapi juga dengan anak – anak. Antara suami dan istri harus memberikan contoh yang baik bagi anak – anak untuk menjadi pembicara yang aktif. Seperti bertanya kepada anak bila anak terlihat memiliki masalah, atau sebagainya. Membicarakan kepada keluarga masalah yang terjadi dan bersama – sama mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Anak – anak juga harus aktif berkomunikasi di dalam keluarga. Mengutarakan perasaan, maksut kepada orang tua, memberikan pendapat, dan sebaginya. Orang tua juga harus berperan aktif bagi anak – anaknya yang kurang aktif berkomunikasi. Karena ketidak aktifan berkomunikasi antara anggota keluarga akan menimbulkan kesalahpahaman tersendiri. Misalnya, dalam sebuah keluarga memiliki tiga orang anak, salah seorang anak memiliki sifat pendiam dan lebih menutup diri. Sedangkan dua anaknya yang lain bersifat terbuka kepada orang tua dan keluarga. Jika bepergian, anak yang bersifat pendiam ini tidak mau ikut, padahal sudah diajak. Suatu saat, seorang anaknya yang lain membeli sebuah gadget dengan uang tabungannya sendiri. Menurut anak yang bersifat pendiam, gadget itu adalah pemberian orang tua. Ia merasa dibedakan dan tidak diperhatikan. Padahal ia tidak mengerti hal yang sebenarnya karena tidak mau aktif dalam berkomunikasi seperti bertanya, dan sebagainya, dan ia menyimpulkan sendiri dari apa yang dilihatnya tanpa tahu kebenarannya. Dari contoh itu, kita dapat melihat bahwa betapa pentingnya komunikasi dalam kehidupan sehari – hari. Kesalahpahaman akan terjadi bila komunikasi tidak berjalan dengan baik dan lancar. Karena dengan adanya komunikasi, kesalahpahaman dapat dihindari. Komunikasi yang lancar dalam sebuah keluarga, kadang masih saja ada kesalahpahaman yang muncul akibat orang ketiga sebagai pengganggu ( noise ). Orang ketiga yang meracuni pikiran seseorang akan menambah kesalahpahaman tersendiri. Untuk menghindari noise dan kesalahpahaman di antara anggota keluarga, sebaiknya menggunakan komunikasi yang aktif untuk bertanya tentang kebenarannya dalam keluarga. Untuk menjaga agar dalam sebuah keluarga selalu harmonis, dibutuhkan komunikasi yang aktif antar anggota keluarga. Antara suami dengan istri, orang tua dengan anak, anak dengan anak. Oleh karena itu kita harus menjadi orang yang aktif dalam berkomunikasi.

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s