Pentingnya Komunikasi Dalam Percintaan

Oleh: Paul Doly Siregar (362012064)

Cinta adalah sebuah rasa dan keinginan untuk memiliki seseorang dengan sepenuh hati. Pendapat lainnya, bahwa cinta itu sebuah kenalurian yang alami yang tumbuh dalam pribadi seseorang menjadi sebuah perasaan yang diberikan kepada seseorang yang sangat berarti baginya.  Buah yang didapat dari cinta itu adalah pengorbanan, kasih sayang, perhatian, dan sebagainya. Buah tersebut sudah terprogram dalam diri manusia sendiri.

Hubungan muda-mudi sangat dinikmati jika dihubungkan dengan kata cinta. Mengapa hal tersebut bisa dikatakan dinikmati?

Hubungan pria dan wanita saat mereka menginjak di usia pra-dewasa lebih menyenangkan dikarenakan, di usia tersebut adalah masa penentuan sebuah jalinan yang lebih intens dan menciptakan perasaan cinta yang lebih bermutu. Perasaan nikmat didapatkan jika sebuah pasangan berada di jalur yang tepat sesuai dengan batasan-batasan yang ada yang telah disepakati sebelum berelasi agar hubungan tersebut tidak tersesat dan berakibat buruk. Batasan-batasan tersebut dikarenakan adanya komunikasi yang baik sebelum berelasi atau terjalinnya suatu hubungan. Hal itu terjadi agar suatu hubungan dapat terjalin dengan manis dengan pengenalan karakter masing-masing sebelum berelasi sampai relasi itupun berjalan.

Masih banyak sekali pasangan yang terlalu terburu-buru untuk menjalin sebuah hubungan tanpa memikirkan sebuah hubungan kedepannya. Masih banyak cinta yang mengandalkan sebuah rasio dan nafsu dalam mempersatukan sebuah hubungan. Dan akhirnya jika suatu hubungan dilanda dengan permasalahan, banyak sekali pasangan yang marah dan sering mengatakan “Kamu tidak mengenal aku dengan baik!”.  Maka itu janganlah pernah terburu-buru dalam menjalin suatu hubungan percintaan, tetapi jalinlah terlebih dahulu sebuah tahap pertemanan yang baik agar lebih memperdalam mengenal antar pribadi.

Komunikasi  yang baik dalam tahap pertemanan sebelum ke tahap selanjutnya, membangun sebuah komitmen dalam hubungan kedepannya. Terjadinya sebuah pengawalan yang baik mengurangi sebuah miscommunication dalam sebuah hubungan. Dari situlah terjadi sebuah hubungan dapat dikatakan bermutu dan berkualitas.

Refrensi:

Sagala, Mangapul (2011). Bagaimana Kristen Berpacaran, Jakarta : Literatur Perkantas.

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s