MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL SERTA PENTINGNYA PENDIDIKAN KOMUNIKASI

EPHIVONIA. NITTI

362012087

Saya mengatakan bahwa manusia itu adalah makhluk sosial, karena sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan kehadiran orang lain. Interaksi dengan sesama manusia yang  bermanfaat untuk mengukuhkan eksistensi kemanusiaan kita. Kita ada dan bereksistensi karena keberadaan manusia yang lain. Jadi pada dasarnya ada hubungan timbal- balik antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Komunikasi sering kali  menjadi bagian yang erat dalam kehidupan manusia. Sebagian besar kehidupan manusia diisi dengan komunikasi, baik dengan anggota keluarga, teman, tetangga, maupun komunikasi dengan diri sendiri. Lewat komunikasi, manusia bisa saling tukar informasi, berbagi, mengembangkan diri, dan berbagai manfaat lainnya yang dapat diambil dari proses komunikasi itu sendiri.

Makna penting komunikasi sesungguhnya telah menjadi kesadaran yang luas di masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan kehidupan keseharian yang selalu diisi dengan kegiatan komunikasi. Namun demikian, tingkat kesadaran dari  masing-masing orang berbeda. Ada yang kesadarannya sudah tinggi dan didukung dengan pemahaman yang baik tentang komunikasi. Ada yang kesadarannya sedang-sedang saja. Bahkan  Ada juga yang kesadarannya masih rendah. Disilah pentingnya peranan guru atau pengajar  yang memiliki pengetahuan luas, dengan  menerapkan metode yang baik, Komunikasi yang dibangun secara efektif, mampu membawa hasil yang maksimal dimana akan membantu membangkitkan minat belajar siswa sehingga hasil pembelajarannya sesuai dengan yang diharapkan. Komunikasi yang dilakukan secara tepat akan membawa hasil sesuai dengan harapan. Sebaliknya, komunikasi yang kurang tepat bisa membawa efek negatif. Apalagi jika sampai terjadi miskomunikasi, dampaknya bisa sangat mengerikan. Miskomunikasi yang terjadi antara dua orang bisa berdampak pada rusaknya hubungan. Lebih jauh, miskomunikasi ini bisa membawa dampak lebih luas ketika berhadapan langsung dengan sesuatu yang sensitif. Konflik yang banyak terjadi di Indonesia sebagian besar bermula dari komunikasi yang tidak lancar antara dua individu yang berbeda kemudian merembet secara luas dalam komunitas.

Berikut ini adalah contah konflik atau kasus yang terjadi dari adanya miskomunikasi itu sendiri.

*) Dikutip dari buku Dasar-Dasar Komunikasi Pendidikan (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011)

Kasus kerusuhan di Ambon misalnya, pada mulanya berawal dari perselisihan antara dua orang dari komunitas yang berbeda. Perselisihan ini, karena tidak diurai dengan jernih dan kepala dingin, merembet ke anggota komunitas lainnya yang kemudian berbuntut pada konflik berkepanjangan. Kasus di tempat lain yang banyak terjadi di Indonesia sebagian besar berawal dari miskomunikasi dari sebagian kecil anggota komunitas yang berbeda.

Signifikansi komunikasi tidak hanya terjadi dalam komunitas dan kehidupan sosial kemasyarakatan, tetapi juga pada semua segi kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Pada dasarnya, proses pembelajaran adalah proses komunikasi. Jika seorang guru atau pengajar mampu membangun komunikasi secara baik kepada para siswanya, tujuan pembelajaran yang dijalankan kemungkinan besar dapat tercapai. Sebaliknya, jika seorang guru tidak mampu berkomunikasi secara baik, hasil pembelajarannya juga akan mengecewakan.

*) Dikutip dari buku, Komunikasi Instruksional, Teori dan Praktik. (karya Pawit M. Yusuf)

Komunikasi pendidikan merupakan bidang kajian yang belum begitu berkembang dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sejauh penelusuran yang penulis lakukan, sangat jarang buku yang membahas komunikasi pendidikan. Penulis telah mencari ke berbagai toko buku di beberapa kota besar di Indonesia. Selain itu, penulis juga melacak di internet. Namun, buku komunikasi pendidikan bisa dikatakan sangat minim. Tetapi Buku ini cukup bagus sebagai bahan referensi awal untuk studi komunikasi pendidikan. Namun, sebagaimana karakteristik sebuah buku, selalu tersedia ruang kritik. Demikian juga dengan buku karya Pawit M. Yusuf. Salah satu hal yang menurut penulis kurang adalah uraiannya dalam aspek pendidikan. Buku tersebut lebih khusus berkaitan dengan komunikasi instruksional. Padahal, instruksional merupakan bagian dari pendidikan.

Bagi saya Kesuksesan pembelajaran memang tidak hanya ditentukan oleh faktor komunikasi saja, melainkan  Ada banyak faktor yang saling berkaitan antara satu dan yang lainnya. Namun demikian, tidak bisa dikatakan bahwa komunikasi menjadi salah satu faktor yang cukup menentukan dalam pembelajaran. Penguasaan komunikasi secara baik dapat menunjangtercapainyatujuanpembelajaran.

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s