Berkomunikasi Lewat Foto

Yohanes Rinus Aditya/362012055

Berkomunikasi Lewat Foto

 Foto dalam benak kita hanya seperti sebuah karya seni. Namun dibalik itu, ada sebuah makna atau pesan yang disampaikan dari fotografer kepada kita semua yang melihat sebuah objek foto. Secara tidak langsung, fotografer ingin berkomunikasi kepada kita lewat karya-karya foto yang ia buat. Penyataan tersebut juga diungkapkan oleh Ve Dhanito, seorang fotografer yang memiliki situs di www.vedhanito.com. Ia  berkata,“ Saya punya maksud tertentu untuk menyampaikan pesan lewat gambar, dengan semua elemen di dalamnya. Tetapi saya memberi kebebasan kepada para penikmat foto untuk berimajinasi sendiri sesuai dengan pemahaman mereka terhadap foto yang saya buat, bahkan mungkin saja seseorang akan punya beberapa tafsiran mengenai gambar tersebut.” Nah, disini saya sangat setuju dengan penyataan tersebut, dimana seseorang memiliki pemahaman lain tentang makna sebuah foto. Memang pemahaman satu orang dengan yang lain berbeda, namun menurut saya jika banyak orang yang memiliki pemahaman yang sama tentang pesan apa yang disampaikan dalam foto, berarti fotografer berhasil berkomunikasi dan pesan yang disampaikan telah diterima dengan baik oleh orang yang melihat foto tersebut.

Menurut saya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi lewat sebuah foto, yang pertama adalah imajinasi. Dengan melihat sebuah foto, tentunya kita akan berimajinasi tentang bagaimana suasana dalam foto tersebut. Tentang keadaan, perasaan yang muncul dari orang, dan situasi dalam foto tersebut. Untuk itu, foto yang menyampaikan pesan dengan baik adalah foto yang dapat membuat orang berimajinasi. Kemudian yang kedua adalah Feel atau perasaan. Perasaan seseorang akan mempengaruhi baik buruknya pesan dari sebuah foto. Kebanyakan fotografer yang memiliki perasaan senang dapat membuat foto yang memiliki sebuah pesan. Namun ada kalanya disaat sedih dapat timbul inspirasi untuk menyampaikan pesan lewat sebuah foto. Yang ketiga adalah pemahaman. Untuk berkomunikasi lewat foto, diperlukan pemahaman yang kuat. Karena pemahaman satu orang dengan orang lain ada yang berbeda. Foto yang kita buat lebih baik mudah untuk dipahami oleh semua kalangan, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Kemudian yang terakhir dan yang terpenting adalah sebuah ide/gagasan. Ide merupakan inti pokok dari sebuah pesan yang terkandung dalam foto. Untuk berkomunikasi lewat foto, pertama-tama menentukan ide tentang pesan apa yang ingin disampaikan. Tentunya ide yang bagus akan mempengaruhi juga pesan dari sebuah foto. Sebaliknya, ide yang kurang baik dalam pesan sebuah foto akan sulit dimengerti oleh orang yang melihat foto.

Ada kalanya dalam sebuah foto sulit untuk dipahami karena unsur dalam foto tersebut kurang detail. Saya ambil sebuah contoh, ada foto tentang seorang gadis kecil yang sedang menangis di tengah jalan. Akan ada banyak pemahaman tentang foto gadis kecil tersebut, sehingga sangat sulit dipahami karena detail yang terdapat dalam foto tersebut masih kurang. Apabila foto tersebut ada sebuah es krim yang jatuh, maka kita dapat memahami pesan yang disampaikan dalam foto itu bahwa gadis kecil itu menangis karena es krimnya terjatuh. Nah, pemahaman yang semacam ini yang dibutuhkan oleh seseorang yang ingin berkomunikasi lewat foto. Jadi, membuat sebuah foto diharuskan dapat sedetail mungkin dan tidak memiliki unsur pesan yang “menggantung”.

Menurut tafsiran saya tentang pemikiran-pemikiran di atas, karya sebuah foto itu tidak dapat disalahkan selama masih dalam etika yang baik. Karena foto yang dibuat merupakan kebebasan karya dari seseorang dan nilai baik olehnya mungkin memiliki pemahaman yang berbeda apabila dinilai oleh orang banyak. Sehingga perlu pemahaman yang kuat tentang apa yang sebenarnya disampaikan oleh pembuat foto tersebut. Namun orang yang melihat foto juga tidak dapat disalahkan apabila dia memiliki tafsiran lain tentang memaknai sebuah foto,   karena pemahaman seseorang yang berbeda-beda pula. Karena ada ungkapan yang mengatakan “A picture is worth a thousand words” yang berarti sebuah gambar memiliki beribu-ribu makna.

Jadi kesimpulannya, berkomunikasi tidak hanya dilakukan secara langsung, secara tatap muka,dan tidak hanya secara verbal, namun dapat melalui media seperti foto maupun gambar. Kebanyakan pesan yang disampaikan melalui foto tidak terlalu rumit atau panjang, pesan dalam foto lebih cenderung singkat namun jelas tentang pesan apa yang terkandung dalam foto.

 

 

Sumber : http://www.vedhanito.com/en/blogdetail.php?id=17

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s