Aku Berkomunikasi maka Aku (Tetap) Ada

Argumen dan komunikasi. Kata-kata itu terus terbayang di kepalaku selepas pelajaran PIK yang kebetulan hari itu diisi sama mas Rico buat ngasih tahu soal TTS. Dari pada bingung, sebelum mulai mengerjakan tugas aku mencari dulu arti kata “argumen” dan “komunikasi”. Yang aku dapatkan di Kamus Besar Bahasa Indonesia kata argumen adalah “alasan yg dapat dipakai untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan;” dan komunikasi adalah “pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami; hubungan; kontak;”. Dan kurasa hanya ini yang aku butuhkan.

Okey, jika ada pertanyaan “apakah komunikasi itu penting?”. Pengen ngakak rasanya ada yang tanya seperti itu. Membuatku berpikir, “ni orang dulu hidup di goa dan seorang diri kali ya?”. Ya iyalah penting. Tapi kemudian orang itu tanya lagi, “mengapa?”. Waduh, kalau yang ini susah jawabnya. Tidur dulu ah, lanjut besuk sambil mikir jawabannya. Keke.

Kalau dijelaskan secara umum susah ya. Hmmm, kita ini kan manusia. Makhluk sosial gaulnya Homo Socius (bukan cius miapah hlo ya, keke), manusia yang punya hubungan timbal balik sama manusia lain. Nah sekarang bagaimana cara menghubungkannya? Ya itu tadi, dengan komunikasi.

Aku ambilkan contoh dari pengalaman. Aku berjalan dari parkiran menuju lapangan yang sangat luas yang berada di dalam lingkungan Universitas Kristen Satya Wacana. Sudah banyak anak berdiri di lapangan itu. Akupun memasuki lapangan tersebut dengan tergesa-gesa, namun aku tidak tau arah dan tujuanku. Keke. Akhirnya aku bertanya kepada seseorang yang berada dibelakang barisan. Dan dia menunjukan dimana barisan anak Fiskom berada. Aku juga meng-SMS seseorang yang sudah kukenal sebelumnya. Dan yah, aku menemukan apa yang kucari pagi ini. Aku mulai berkenalan dengan anak-anak yang ada di barisan itu. Dan aku jadi tahu siapa namanya dan dia jadi tau siapa namaku.

Itu adalah contoh komunikasi yang sederhana. Hanya melakukan tanya jawab yang singkat. Tapi yang kita dapat? Sebuah inforamasi yang sangat kita butuhkan. Ada peribahasa “malu bertanya sesat dijalan”. Peribahasa tersebut mempunyai kaitan yang sangat erat dengan komunikasi. Tapi juga ya, jangan kebanyakan tanya, tanya yang bener-bener penting dan dibutuhkan saja. Nanti dikira kepo lagi sama yang ditanyai. Keke

Hmmm, kita ini termasuk orang yang bisa dengan mudah melakukan komunikasi. Kita mempunyai mulut dan telinga, tangan dan mata. Orang lain yang tidak memiliki tubuh yang sempurna seperti kita, mungkin mempunyai cara tersendiri untuk berkomunikasi. Jadi bagaimanapun kondisi fisiknya, manusia yang hidup dan tetap ingin hidup di dunia ini akan melakukan komunikasi.

Speech is silver, Silence as gold.

Franciska Desti Riasita

362012019

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s