KOMUNIKASI UNTUK MEMAHAMI ANAK REMAJA

GERRY ARDHANA

362012036

KOMUNIKASI UNTUK MEMAHAMI ANAK REMAJA

 

Masa remaja adalah masa transisi antara kanak kanak dan dewasa. Bagi sebagian orang tua, inilah masa yang bisa jadi cukup sulit. Terutama dalam hal membangun  komunikasi dengan anak remaja. Anak seakan menjadi berbeda dengan yang dikenal dulu bertahun tahun.

 

Dalam buku  “spirit for woman” Petrus Kwik mengatakan bahwa untuk menghindari hubungan tidak harmonis antara orang tua dengan anak  remajanya, ada lima  kesalahan orang tua dalam  menghadapi anak remaja yang tidak semestinya dilakukan orang tua, yaitu

 

Tidak mendengarkan

Tidak mendengarkan artinya bukan sekedar membiarkan dia bicara sementara orang tua sibuk dengan aktifitasnya sendiri. Mendengarkan adalah harus menyediakan waktu khusus.

 

Sok tahu

Suka memotong pembicaraan atau melanjutkan kalimatnya bukan hanya menjengkelkan bagi remaja tetapi kita sendiri juga tidak suka jika diperlakukan demikian.

 

Memerintah

Masa remaja adalah masa anak merasa dewasa, tetapi sesungguhnya belum. Mereka merasa bisa mandiri. Seakan kita terkesan mendominasi dirinya, anak remaja akan berontak. Apalagi bila disertai ancaman atau  kekerasan. Beri perintah tetapi jangan sampai mengeluarkan kata kata awas dll. Berikan pilihan, berikan pandangan atas konsekuensi yang dilakukannya.

 

Protektif

Orang tua sering terlalu khawatir mengenai anak remajanya. Tetapi hal tersebut malah menghalangi anak remaja untuk menemukan hal baru. Anak cenderung menjadi penakut. Hal ini menjadikan anak tidak baik ketika kelak mengambil keputusan sendiri.

 

Tukang kritik

Anak remaja tidak perlu dikritik terlalu keras mengenai model rambut, pakaian, musik yang didengar sesekali dipuji karena dengan hal itu anak merasa dihormati dan dia juga akan  menghormati orang lain.

 

Upaya orang tua untuk memahami anak remaja, orang tua harus menjadi motifator yang sangat baik. Sehingga hubungan anak remaja dan orang tua akan harmonis dan hal hal yang tidak diinginkan pada remaja tidak akan terjadi.

 

Perlu diingat masa remaja adalah masa untuk mempelajari kemampuan hidupnya yang membantu untuk dimasa dewasa nanti yang mampu dan mandiri. Orang tua bukan hanya sebagai sumber pengaruh yang besar, melainkan juga merupakan sumber pengaruh yang paling lama meresap dalam kepribadian remaja.

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s