Komunikasi Dalam Berorganisasi

Komunikasi merupakan suatu hal yang sangat kritikal, apa lagi disaat kita berada dalam sebuah organisasi. Karena di dalam komunikasi tersebut memuat informasi-informasi yang harus disampaikan kepada pihak lain secara runtut, benar dan jelas.

Jika ada kesalahan pada saat penyampaian tersebut, sehingga proses komunikasi terganggu, maka akan terjadi kesalahpahaman dan kesalahpahaman tersebut dapat berakhir menjadi sebuah masalah.

Hal tersebut di atas memang sebuah kenyataan, bayangkan bila kita harus berkomunikasi dengan orang lain tetapi orang tersebut tidak dapat memberikan informasi yang ingin disampaikan, yang terjadi adalah salah paham.

Di dalam organisasi sendiri peran komunikasi terbagi menjadi 4 (empat) bagian, antara lain :

1. Fungsi informative: Organisasi dipandang sebagai suatu sistem proses informasi. Yang dimaksud adalah, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik,dan lebih tepat secara merata.

2. Fungsi regulative: Fungsi regulatif ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi.

Ada dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulative :

  • Pertama, Atasan atau orang yang berada dalam tataran manajemen, yaitu mereka memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan.
  • Kedua, Berkaitan dengan pesan (message) pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja.

3. Fungsi persuasive: Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan lebih suka semaunya sendiri kepada bawahannya.

4. Fungsi integrative: Setiap organisasi berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan anggota dapat melaksanakan tugas atau pekerjaan dengan baik.

Dari ke-4 (empat) Fungsi diatas tergatung dari bagaimana kita menyikapi dan mengambil fungsi yang mana di dalam kondisi yang seperti apa, sebab dengan kita bisa memilih, maka akan menentukan keberhasilan dalam berkomunikasi itu sendiri.

Komunikasi akan berjalan dengan baik jika masng-masing orang yang berkomunikasi mengetahui informasi secara lengkap. Seperti yang dapat dilihat pada bagan berikut:

 

Komunikasi antar pribadi dapat diperbaiki dengan 2 (dua) cara, yaitu :

1. Perluasan (Exposure)

Merupakan upaya untuk memperbesar bidang arena dan memperkecil “bidang depan”. Caranya adalah dengan menjelaskan atau memberikan informasi kepada orang lain, sehingga mereka memahami informasi yang di butuhkan. Dengan demikian maka komunikasi yang terjadi akan efektif (seperti bidang Arena).

2. Umpan Balik (Feedback)

Merupakan cara lain untuk meningkatkan efektivitas komunikasi antarindividu. Seperti “bidang gelap” dimana diri sendiri yang tidak mengetahui informasinya, sedangkan orang lain mengetahuinya. Dalam kondisi seperti itu, komunikasi akan efektif jika diri sendiri mendapat umpan balik dari orang lain, dimana orang lain mau memberikan informasi kepada diri sendiri.

Sumber:

Dirangkum dari : -Buku “Perilaku Keorganisasian-Drs. Indriyo Gitosudarmo &Drs. I Nyoman Sudita – 2000.

 

Nama:Danang

Nim: 362012016

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s