Berkomunikasi Dalam Membangun Sebuah Relasi

Yeheskiel Tarupay / 362012039 / Fiskom-UKSW

Komunikasi adalah penyampaian pesan dari satu orang ke orang yang lain, atau dari komunikan kepada komunikator. komunikasi juga dapat dipandang sebagai sarana untuk meyalurkan masukan sosial kedalam sistem sosial, komunikasi juga mempengaruhi perubahan, memproduktifkan informasi dan sarana untuk mencapai suatu tujuan.

Komunikasi merupakan suatu hal yang paling penting dan merupakan aspek yang paling kompleks dalam kehidupan manusia. Kehidupan kita sehari hari dipengaruhi oleh komunikasi kita dengan orang lain maupun pesan yang kita terima dari orang lain

Tidak ada manusia yang tidak bisa berkomunikasi Itulah fakta yang menegaskan bahwa manusia tidak lepas dari komunikasi. Melalui komunikasilah manusia berinteraksi Baik itu verbal maupun non verbal. Orang yang dikatakan “pendiam” pun bukan berarti tidak berkomunikasi. Salah satu contoh orang yang dikatakan pendiam atau tidak banyak bicara akan lebih mudah mengkomunikasikannya.Jadi jelas komunikasi tidak sebatas berbicara lewat mulut, melainkan melalui banyak cara bisa memberikan pengaruh bagi sekitar. Pada dasarnya komunikasi adalah alat yang cukup ampuh untuk menciptakan opini. Bahkan komunikasi pun bisa merubah mindset orang (negatif ke positif), ataupun menancapkan pola pikir.

Karena pada dasarnya komunikasi mencakup banyak sisi kehidupan. Oleh karenanya ada tahapan membangun relasi melalui komunikasi, yaitu:

1.membuka diri. Artinya setiap pribadi manusia mempunyai peran penting untuk dikenali dan mengenali. Barangkali disaat kita menyapa terlebih dahulu atau memanggil nama, disitulah tahap paling sederhana bahwa kita sedang membuka diri. Karena disaat membuka diri inilah, gaya komunikasi kita mulai terlihat. Terutama yang menunjukkan sisi keluwesan dan keterbukaan, 2 hal inilah yang tentu saja akan lebih disukai dalam komunikasi sesama manusia. Apabila dilihat dari bahasa tubuh, akan nampak jelas apakah kita pribadi yang terbuka atau tidak. Sadar ataupun tidak kita sudah memosisikan diri melalui bahasa tubuh.

2.menyelaraskan dapat dipahami sebagai berdiri sama tinggi duduk sama rendah. Peribahasa ini sangat cocok disematkan, bagi mereka yang mencoba mengedepankan sisi personal psikologis dari keselarasan yaitu kecocokan. Setiap orang memunyai kecocokannya tersendiri, maka dibutuhkan proses penyesuaian agar tercipta sikap saling menghormati dan menghargai. Ketiga, fokus terhadap subjek dan isi (makna yang terkandung di dalamnya) yang didialogkan/dikomunikasikan. Selain subjek, terkadang kita melupakan isi dari pesan yang sedang di sampaikan. Padahal melalui isi pesan inilah, muncul persamaan persepsi. Keempat, empati. Empati dibangun melalui proses panjang, yang mana gerak batin kita mengarah ke dalam hati orang lain.

Sumber:

http://megasuryonop.blogspot.com/2012/04/manfaat-komunikasi.html

http://edukasi.kompasiana.com/2012/09/06/membangun-relasi-melalui-komunikasi-personal/

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s