Bahasa Gaul : Modern Atau Autisme

 Erni Supriyanti / 362012030 / Fiskom UKSW

Bahasa adalah simbol-simbol yang digunakan untuk menyampaikan ide, gagasan, dan perasaan seseorang kepada orang lain. Bahasa sendiri memiliki berbagai variasi yang didasarkan pada masalah pribadi para penuturnya, seperti usia, perbedaan gender, pendidikan, pekerjaan, dll. Seiring perkembangan zaman, muncullah variasi bahasa modern di kalangan kaum muda yang sering disebut dengan ‘bahasa gaul’.

Para remaja menggunakan bahasa gaul ini dalam komunikasi lisan dan komunikasi tertulis, seperti misalnya berkomunikasi dalam jejaring sosial atau saat mengirim sms. Bahasa gaul sering digunakan untuk menambah keakraban dan sekedar lucu-lucuan. Semakin hari bahasa gaul ini semakin menjamur di kalangan anak muda,  apalagi seiring perkembangannya didukung oleh media massa, seperti jejaring sosial dan televisi. Mulai dari sekedar ocehan di facebook atau twitter sampai iklan di televisi ataupun sinetron yang semakin gencar menggunakan bahasa gaul untuk meningkatkan popularitas.

Beberapa contoh bahasa gaul yang sering digunakan adalah : amaca (ah masak), cemungudh eah (semangat ya), beud (banget), rempong (rumit) atau yang paling tren saat ini yaitu ciyus miapah ( serius demi apa). Kata-kata tersebut sudah tak asing lagi didengar  karena dimanapun, entah di media massa atau di kehidupan sehari-hari selalu dituturkan. Perhatikan saja di lingkungan sekolah atau kampus, kata-kata tersebut sering terlontar ketika anak-anak sedang mengobrol. Tak jarang kata-kata gaul terbawa ketika sedang berbicara dengan orang yang lebih tua.

Walaupun hanya bersifat temporal atau tidak bertahan lama, memang tak dapat dipungkiri bahwa bahasa gaul ini berkembang dengan sangat cepat dan akan terus berkembang untuk memunculkan kata-kata lain lagi yang dianggap lebih gaul. Masyarakat yang latah akan sesuatu yang populer akan secara cepat menyebarkan dalam  menggunakan kata-kata gaul untuk berkomunikasi dengan orang lain. Tak peduli orang yang diajak bicara mengerti atau tidak, mereka akan terus menggunakannya selama bahasa itu masih menjadi tren. Mereka menganggap diri mereka sebagai anak gaul apabila mengikuti tren yang sedang berkembang pada saat itu, termasuk dalam gaya bicara yang justru terkesan berlebihan dan aneh.

Disamping masyarakat yang sering memakai bahasa gaul, ternyata masih banyak juga masyarakat yang tidak menyukai bahkan terkesan jijik terhadap bahasa gaul. Bahasa gaul dianggap sebagai bentuk penyimpangan penggunaan bahasa Indonesia yang menimbulkan banyak kebingungan dalam proses komunikasi. Bahasa gaul juga akan memersulit pengolahan pesan yang diterima oleh komunikan. Bukannya mempermudah proses komunikasi tetapi malah semakin menimbulkan tanda tanya besar dalam kepala. Apalagi jika si penerima pesan tidak tau tentang bahasa gaul sedikit pun.

Tidak hanya itu, pelafalan yang tidak jelas dengan gaya cadel yang dibuat-buat yang didukung dengan ekspresi wajah yang ‘aneh’ dianggap sebagai autisme yang sebenarnya tidak perlu ditiru, bahkan untuk disebarluaskan. autisme sendiri berarti gangguan perkembangan pada seseorang yang berakibat tidak bisa berkomuniksi dengan baik sehingga hubungan perilaku dengan orang lain akan terganggu. Untuk apa orang berbicara dengan gaya tersebut padahal dia dapat berbicara dengan gaya normal.

Kekhawatiran yang nyata adalah akibat dari perkembangan dan penggunaan bahasa gaul akan mempengaruhi tatanan penggunaan bahasa Indoneisa. Sebenarnya hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan selama masyarakat masih memahami pentingnya bahasa Indonesia. Selain itu, harus ada kesadaran dari kalangan remaja untuk menggunakan bahasa gaul pada waktu yang tepat dan dapat memilah bahasa gaul mana yang akan digunakan. Tentunya hal tersebut juga didukung oleh media pertelevisian yang harus bisa menyaring dan membatasi penggunaan bahasa gaul dalam setiap penayangan program-programnya.

Daftar Pustaka :

http://fredypurbayadhyfha.wordpress.com/2012/04/24/pemakaian-bahasa-gaul-mempengaruhi-perkembangan-bahasa-indonesia/ diakses pada Jumat, 16 November 2012 pukul 4.21 pm

http://organisasi.org/pentingnya-komunikasi-dalam-kehidupan-sehari-hari-pengertian-arti-definisi-manfaat-dan-masalah diakses pada Jumat, 16 November 2012 pukul 4.07 pm

Kamus Besar Bahasa Indonesia Elektronik V1.3

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s