Ni Gusti Putu Vita Elvina Suardana/Fakultas Ilmu Sosial dan Komunikasi UKSW/Progdi Komunikasi/362012025

Komunikasi Solusi Murah Atasi Masalah

“Communication is a skill that you can learn. It’s like riding a bicycle or typing. If you’re willing to work at it, you can rapidly improve the quality of every part of your life.”—Bryan Tracy

 

            Ada sebuah pengalaman saat saya masih SMA. Saya mempunyai teman sekelas yang sangat pendiam. Dia sangat jarang berbicara dengan teman yang lain. Dia hanya mau berbicara dengan teman sebangkunya yang juga teman dekatnya. Bila ditanya, dia hanya menjawab dengan anggukan atau gelengan saja. Pendiam tersebut mungkin sudah menjadi sifatnya, namun tak jarang terjadi suatu masalah karena sifat pendiamnya itu. Pernah saat itu kami sedang mendiskusikan sesuatu. Semua teman ikut perpatisipasi dalam hal itu. Hanya dia yang tetap diam dan tidak memberikan argumen-argumen tentang hal yang sedang kita bahas. Setiap ditanya dia hanya menjawab dengan anggukan tanda setuju atau gelengan tanda tidak setuju tanpa memberikan alasan. Sehingga kami bingung untuk memutuskan hasil diskusi kami saat itu karena kami belom tau dia setuju atau tidak. Pernah juga saat sedang berdiskusi dalam kelompok, saya melihat kalau dia itu menunjukkan wajah yang marah dan tersinggung, sehingga saya merasa sedikit bersalah. Saya berfikir mungkin saat saya mengemukakan pendapat ada hal yang membuat dia merasa tersinggung. Saat ditanya dia hanya diam dan menguatkan pikiran saya bahwa dia benar-benar sedang marah dan tersinggung. Saya berusaha meminta maaf, namun tetap tidak ada respon. Pada saat jam isirahat, teman dekatnya menghampiri saya. Dia mengatakan bahwa teman saya tidak marah ataupun tersinggung dengan argumen tersebut. Setelah mengalami kesalahpahaman tersebut, setiap ada waktu luang saya menyempatkan untuk sekedar menyapa atau bertanya sesuatu. Awalnya dia tetap mempertahankan sifat pendiamnya itu. Namun lama-kelamaan dia sudah mau untuk sedikit-sedikit ngobrol dengan saya atau teman yang lain. Sempat beberapa minggu yang lalu saat saya ditelepon dengan teman SMA saya. Saat itu ada acara dimana teman-teman SMA saya berkumpul dan tentu saja ada teman saya yang pendiam itu. Telepon itu dioper sehingga satu persatu teman saya dapat mengbrol dengan saya. Eh ternyata teman saya yang pendiam itu juga dioper teleponnya. Dia menanyakan kabar dan menanyakan apakah liburan nanti ada rencana untuk pulang ke Bali atau tidak. Saya sempat kaget ternyata dia mau ngobrol dengan saya lewat telepon walaupun tidak secerewet teman-teman saya yang lain. Setidaknya saya tau bahwa dia sudah mulai mau untuk mencoba berkomunikasi dengan orang lain.

            Tidak bisa dipungkiri bahwa kita adalah mahluk sosial, yang berarti kita tidak bisa hidup sendiri. Kita pasti memerlukan orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidup kita. Dari pengalaman saya diatas, menurut saya komunikasi itu sangat penting. Karena dengan adanya komunikasi bisa menyatukan persepsi antara kita dengan orang lain. Dengan komunikasi juga kita bisa meminimalisasikan agar tidak adanya masalah, karena terkadang masalah ada saat komunikasi antara komunikator dengan komunikan tidak mencapai suatu pemikiran yang sama.

            Nah kalau menurut saya jangan pernah ragu untuk menyelesaikan masalah yang kalian punya dengan cara mengkomunikasikannya. Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Jangan pernah takut untuk memulai suatu komunikasi, karena komunikasi merupakan solusi murah dalam mengatasi suatu masalah..

 

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s