PENTINGNYA KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Elisabeth Puspa Rianiwati – 362012034 – ( Fakultas Ilmu Sosial dan Komunikasi )

 

Gambar

Menurut Newman dan Summer (1961) mengartikan komunikasi sebagai proses pertukaran fakta, ide, opini atau emosi melalui kata-kata, surat-surat, simbol-simbol atau pesan.

Dalam hal ini komunikasi mempunyai peranan penting terhadap kehidupan sehari-hari. Dengan adanya komunikasi, sebenarnya kita dipermudahkan dalam penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima, dengan menggunakan isyarat atau sarana komunikasi tertentu, misalnya komunikasi verbal dan non verbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang berwujud kata – kata dalam bentuk lisan maupun tertulis, biasanya komunikasi verbal menggunakan tulisan maupun gambar. Berbeda dengan Komunikasi non verbal, komunikasi ini cenderung menggunakan bahasa tubuh, seperti gerakan tangan, jari, mata, kepala dan lain – lain. Dalam melakukan komunikasi, sebenarnya tidak terbatas hanya pada penyampaian pesan melalui pembicaraan maupun tatap muka. Berkomunikasi bisa juga dilakukan dengan berbagai cara, tergantung pada situasi yang dihadapi . Suatu metode komunikasi dipandang efektif apabila diterapkan pada situasi yang sesuai. Kesalahan di dalam menentukan komunikasi ini akan menyebabkan timbulnya persoalan-persoalan lain yang pada akhirnya akan saling mempengaruhi satu dengan yang lain.

Komunikasi dalam organisasi sendiri merupakan komunikasi yang mempelajari dan terjadi di dalam suatu organisasi , misalnya komunikasi antara ketua dengan anggota. Dalam komunikasi organisasi antara ketua dengan anggota mempunyai peranan masing – masing dalam suatu organisasi . Hal ini bisa diamati dari organisasi remaja di gereja saya. Di organisasi ini terdapat ketua yang selalu mengatur jalannya rapat maupun kebaktian , anggota yang sebagai pencari pembicara untuk berjalannya kebaktian , dan adapula anggota yang mengatur tempat. Saat berjalannya rapat ketua mempunyai kebijaksanaan dalam menentukan kapan rapat akan terlaksana . Hampir sama dengan yang terjadi di gereja saya , ketua mulai menentukan tema yang akan di bahas , waktu , tempat dan siapa saja yang akan di undang dalam rapat tersebut. Ketua di organisasi gereja saya lebih sering memakai komunikasi verbal yaitu tulisan maupun gambar , karena menurut saya menggunakan gambar akan lebih mudah dimengerti oleh anggota yang lain. Namun dalam posisi rapat , ketua juga berinteraksi dengan anggota yang lain agar mau untuk ikut serta memberikan suatu pendapat dalam rapat tersebut. Dalam situasi seperti ini menurut saya sudah baik , sebab ketua dapat berinteraksi dengan anggotanya serta dapat membuat anggotanya mengerti dengan apa yang sudah di rapatkan dengan menggunakan gambar sebagai media.  

Tidak jarang pula dalam berkomunikasi kita sering menemui hambatan. Menurut Ernesto Franco yaitu :

  1. Hambatan Phisik

–          Jarak pengirim penerima

–          Pengaruh lingkungan

–          Kesalahan fungsi fisik

–          Kondisi tempat (bising , dll)

  1. Hambatan perilaku

–          Sikap pengirim penerima

–          Sikap keterbukaan

–          Distorsi pada pesan

–          Kesalahan konklusi

  1. Hambatan yang lain

–          Informasi yang kompleks

–          Interpretasi yang salah

–          Kata yang banyak arti

–          Kelemahan pendengaran

Hambatan – hambatan yang seperti ini , sering terjadi di organisasi gereja saya. Biasanya karena kesalahan dalam memberikan informasi antara ketua dengan anggota maupun anggota dengan anggota lainnya. Hal ini sangat terlihat ketika dalam organisasi terdapat sebuah rencana yang sudah terperinci namun karena adanya waktu dalam memberikan informasi yang tepat dan lengkap tentang ada tidaknya kebaktian antara pembimbing dengan saya , maka terjadi miscommunication  dan keputusan – keputusan yang tidak tepat.  Untuk menghindari hambatan tersebut , ketua harus lebih selektif dalam memberikan informasi kepada anggota maupun pembimbing sehingga informasi yang akan di sampaikan dapat di terima dan di laksanakan dengan baik dan tepat. 

Jadi , sebenarnaanya komunikasi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari – hari dan terlebih dalam kehidupan berorganisasi . Komunikasi dalam berorganisasi mempunyai peranan dalam menjalankan suatu program , mempererat suatu hubungan antara ketua dengan anggota dan sesama anggota , meningkatkan komitmen dan kinerja terhadap organisasi dan meminimalkan adanya permasalahan – permasalahan yang ada di dalam keorganisasian seperti adanya konflik , stress , maupun miscommunication . Sebenarnya hambatan atau permasalahan yang terjadi dalam organisasi dapat membantu sebuah organisasi untuk menjadi lebih kreatif dan lebih selektif dalam mengambil keputusan.

Daftar Pustaka :

http://kumpulan-makalahkita.blogspot.com/2012/04/pentingnya-komunikasi-dalam-organisasi.html

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s