Komunikasi Lewat Senyuman

Anlia Yisca K / 362012002 / progdi Ilmu Komunikasi / FISKOM-UKSW

“Berikan senyummu kepada semua orang,

 tetapi berikanlah hatimu kepada seorang saja.”- Napoleon Bonaparte,

Gambar

Dalam komunikasi kita mengenal adanya komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Komunikasi verbal dapat diartikan sebagai komunikasi yang berlangsung secara lisan. Sedangkan komunikasi non verbal merupakan tindakan yang dilakukan seseorang kepada orang lain untuk pertukaran makna. Ada bermacam – macam fungsi yang kita dapat ketika kita tidak hanya berkomunikasi secara verbal, namun juga memanfaatkan komunikasi non verbal.

Secara umum lambang non verbal memiliki fungsi dan peran penting dalam menentukan efektifitas komunikasi. Hal ini disampaikan oleh Dale G Leather (1976) sebagai berikut :

1.       Faktor yang sangat menentukan makna dalam komunikasi interpersonal.

2.       Perasaan dan emosi lebih cermat disampaikan lewat pesan non verbal

3.       Lambang non verbal dapat menyampaikan makna dan maksud yang relative bebas dari penipuan, distorsi dan keracunan.

4.       Lambang non verbal berfungsi metakomunikatif yang dipelukan untuk mencapai komunikasi yang berkualitas tinggi.

5.       Lambang non verbal cara komunikasi yang lebih efisien dibandingkan dengan pesan verbal.

6.       Lambang non verbal merupakan sarana sugesti yang paling tepat.

Senyum merupakan salah satu simbol dari komunikasi non verbal. Banyak makna yang dapat kita peroleh dari ekspresi seseorang yang sedang tersenyum. Ada pula yang mengatakan bahwa senyum itu sendiri punya banyak jenis. Ada kalanya orang tersenyum karna ia bahagia, ada pula yang tersenyum karna malu – malu, ada pula yang tersenyum karena terpaksa, dan ada juga orang yang tersenyum namun dengan tujuan meremehkan sesuatu atau orang lain. Karena senyum merupakan salah satu lambang non verbal maka pentingnya senyum dalam menentukan efektifitas komunikasi dapat mengacu kepada enam poin diatas.

Disamping itu, menurut Stewart L. Tubbs senyum dapat juga dipakai sebagai indicator untuk menilai perilaku yang hangat, artinya orang yang sering tersenyum, menampilkan wajah riang, tersenyum lebar dan menunjukkan wajah lucu adalah perilaku yang hangat dan menyenangkan.

Senyum memberikan berbagai manfaat positif misalnya dengan tersenyum, kita bisa mencairkan suasana dan menarik perhatian orang lain. Pada dasarnya semua orang bisa tersenyum kepada siapa saja namun sering kali sulit untuk melakukannya ketika sedang tidak dalam suasana sukacita. Senyuman dapat menggambarkan suasana hati dan perasaan seseorang. Hanya butuh beberapa detik untuk tersenyum diawal namun efeknya dapat melancarkan komunikasi yang kita bangun dengan orang lain.

Dalam hal ini, senyum merupakan salah satu teknik komunikasi yang ampuh. Ketika kita berhadapan dengan seseorang dan bertujuan untuk membangun komunikasi atau relasi yang kebih jauh, terlebih dahulu kita harus membangun kesan awal yang baik. Dengan tersenyum dan menyapa dengan ramah, penilaian seseorang terhadap diri kita pasti akan jauh lebih baik, dan siapa sangka orang tersebut bisa membawa keuntungan bagi kita kelak

Senyum juga bisa menjaga tali persahabatan atau persaudaraan kita dengan orang lain. Tak jarang juga seseorang memanfaatkan senyuman untuk mengawali ketika ia hendak meminta maaf kepada orang lain.

Menurut Indy (2009) “Senyum bagi suatu pelayanan merupakan suatu motivasi diri dan kepercayaan diri. Karena pada saat kita memberikan informasi dengan senyum, ada suatu kepuasan yang tidak ternilai. Apalagi jika informasi itu bias jadi First Call Resolution dan bisa langsung dimanfaatkan bagi customer”.

Djajendra (2008) mengatakan bahwa senyum tulus Anda adalah mahakarya kebaikan. Yakinkan diri anda bahwa senyum tulus anda akan mengantar anda ke gerbang puncak sukses. Semakin tulus anda tersenyum untuk melayani orang lain, akan semakin berkualitas diri anda untuk memberikan kenyamanan dan kepedulian pada para pelanggan anda.

Dari dua pendapat diatas kita dapat simpulkan bahwa senyun tidak hanya menguntungkan bagi orang lain namun juga diri kita sendiri. Dengan tersenyum kita bisa juga mengambil keuntungan lebih dalam pekerjaan kita dalam hal ini ketika kita berkomunikasi dengan rekan kerja kita. Keuntungan lain bagi diri sendiri, ternyata menurut penelitian, dengan tersenyum membuat seseorang lebih awet muda dan lebih jarang terkena penyakit.

Karena begitu pentingnya sebuah senyuman yang dapat menggambarkan suasana hati atau pikiran seseorang, sekarang ini berbagai media komunikasi menyediakan fasilitas emotion atau yang biasa kita kenal sebagai simbol simbol yang menunjukan ekspresi seseorang. Setiap penggunanya dituntut untuk mampu menerjemahkan simbol simbol tersebut yang merupakan gambaran suasana hati orang yang sedang berkomunikasi dengannya.

Semua orang butuh berkomunikasi dan butuh untuk membangun relasi yang baik dengan orang lain. Tak hanya itu, manusia juga butuh mempertahankan hubungan atau relasi yaang baik tersebut. Senyum dapat dijadikan suatu gerakan awal untuk membangun relasi yang baik dan mempertahankannya. Jadi tersenyumlah !🙂

Daftar Pustaka

http://obyektif.com/kesehatan/read/senyuman_menentramkan_anti_stress/

http://tanbihun.com/bebas/di-balik-sebuah-senyum/#.UKV8Adl8F2A

http://www.sumbarprov.go.id/detail_artikel.php?id=539

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s