PERAN SOSIAL MEDIA PADA PILKADA DKI 2012

PERAN SOSIAL MEDIA DALAM PILKADA DKI 2012

 

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Peran sosial media melalui internet menawarkan komunikasi dan pertukaran informasi yang lebih cepat. Menurut Alvin Toffler, kita telah memasuki abad komunikasi dan informasi dimana siapapun yang memegang kuncinya, maka dialah yang akan menguasai apa yang ia inginkan. Indonesia memang sedang masuk ke era ini. Fenomena inilah yang coba di manfaatkan beberapa orang termasuk dalam dunia politik di Indonesia. Mereka memiliki pemikiran bahwa kekuatan sosial media dapat mempengaruhi kondisi sosial dan budaya yang ada.

Indonesia merupakan negara ke empat terbanyak pemakai sosial media dengan 43.514.840 orang setelah Amerika, India dan Brazil. Hal inilah yang coba dimanfaatkan tim sukses calon Gubernur dan Wakilnya dalam Pemilukada DKI 2012 untuk mempengaruhi masyarakat agar memilih pasangan yang mereka usung melalui kekuatan sosial media. Tim sukses Jokowi dan Basuki cukup cerdik melihat peluang ini. Mereka memakai sosial media sebagai tempat identifikasi, penyampaian informasi, interaksi dan persuasi/kampanye. Ada beberapa fakta yang menarik mengenai peran sosial media bagi pencalonan pasangan jokowi-basuki di pilkada DKI 2012 ini.

1). Akun Facebook dari Indonesia mencapai 42,5 juta dan merupakan pemakai Facebook terbanyak no. 4 didunia. Kota Jakarta merupakan kota no. 2 yang terbanyak pemakai Facebook didunia setelah Bangkok.

2). 89% pengguna Internet di Indonesia lebih suka berinteraksi melalui Jaringan Sosial Media dan Messaging dibandingkan melalui email. Diprediksi pemakai BBM di Indonesia tahun 2011 lebih dari 5 juta pengguna dan akan mencapai 9,7 juta di tahun 2015.

3). Lebih banyak orang Indonesia mengakses Internet dibandingkan dengan pembaca koran dan pendengar radio.

4). Kira-kira setengah dari pengguna Internet di Indonesia berusia kurang dari 20 atau sekitar 20an.

5). Rasio pengguna Internet di Indonesia kira-kira 64% pria dan 36% wanita.

6). Rata-rata terjadi 1,293,131 Tweet perhari diantara pengguna Twitter di Indonesia atau 15 Tweet perdetik.

7). Sekitar 51% pengguna Internet mengakses konten video, paling umum dari Youtube.

8). Ada sekitar 29 juta pengguna jaringan 3G di Indonesia. Online user yang secara konsisten dan mobile sangat besar. Banyak yang tinggal di kota-kota besar. Jakarta memiliki faslitas online terbaik di Indonesia tentunyan memiliki pengguna terbanyak.

9). Orang Indonesia suka dengan “gosip”, sehingga berita yang beredar di Internet akan menyedot banyak perhatian. Tetapi secara umum juga sudah terdidik dan kritis, sehingga bisa menggali lebih dalam tentang kebenaran beita tersebut. Pengguna Internet di Indonesia tergolong rasional.

10). Banyaknya warnet dan jaringan WIFI di Cafe memudahkan warga Jakarta mengakses Internet.

Dan inilah usaha-usaha tim sukses jokowi dalam sosial media :

1). Melalui twitter mereka membuat akun twitter resmi jokowi-basuki @JakartaBaru / @jokowi_dodo / @basuki_btp dimana setiap pertanyaan dari para followers bisa langsung berinteraksi disana.

2). Web resmi mereka www.jakartabaru.com berisi semua visi, misi, dan semua informasi yang mereka lakukan.

3). Melalui youtube

-Video klip lucu “Parodi Curahan Hati” dengan 238.579 viewers

– Vidoe klip “Jakarta Baru The Movie” dengan 45.579 viewers

– Video klip kocak plesetan  “What Makes You Beautiful Parodi” dengan 1.464.855 viewers

Beberapa video yang di unggah ke youtube memang bukanlah hasil tim sukses jokowi-basuki. Tapi video-video tersebut adalah dampak dari kesadaran simpatisan jokowi-basuki untuk menggunakan situs youtube yang berperan penting sebagai media yang cukup efektif untuk merebut hati warga Jakarta. Meskipun sempat ada pula kampanye berbau SARA yang di unggah oleh orang yang tak bertanggung jawab. Video itupun memiliki pengaruh yang cukup besar karena tak sedikit pula masyarakat memilih pasangan Foke-Nara. Hal ini terbukti dari perolehan suara akhir kedua cagub pada akhir September 2012. Kedua pasangan sam-sama mengalami kenaikan. Banyak faktor yang mempengaruhi perolehan suara mereka. Termasuk video-video, tweet dan isu-isu yang mereka lempar ke masyarakat.

Jadi Kandidat dan parpol sangat diuntungkan dengan adanya medium sosial media ini. Perangkat lunak ini mewakili sebuah segmen pemilih tersendiri. Yaitu kalangan terdidik perkotaan dan konsumen layanan perangkat tekhnologi-informasi. Dengan adanya sosial media, kandidat tidak harus ‘turun gunung’ terjun ke lapangan. Cukup ‘mengudara’ di dunia maya. Selain mendapatkan efisiensi waktu, efektifitas tempat, sosial media juga menyediakan ruang ekspresi yang seluas-luasnya. Sehingga kandidat bisa secara leluasa bisa menangkap respon, aspirasi dan kesan-kesan yang muncul dari calon pemilih.

 

Adhi L. Wardoyo

362011076

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s