Kata Siapa Wanita Tidak Berpengaruh di Teknologi?? Inilah Mereka…

Gambar

by  : Shela Pangaribuan 362011011

Mereka adalah sosok Kartini di zaman digital. Sosok perempuan besi di era teknologi. Tanpa mereka, mungkin kita tak bisa hidup nyaman dan nyenyak dengan teknologi.

PeekYou, sebuah situs yang memberikan layanan ‘pencarian orang’ di internet berdasarkan pengaruh mereka, menempatkan sembilan nama wanita-wanita dibawah ini.

Meg Whitman, Presiden dan CEO Hewlett Packard (HP)

Dengan status sebagai CEO Hewlett-Packard (HP), Meg Whitman tentu memiliki tugas berat untuk menentukan arah bisnis perusahaan di masa depan.

HP sendiri saat ini tengah disorot lantaran performa bisnisnya di industri PC kurang begitu cemerlang. Terlebih, belakangan muncul pula isu tidak populis yang menyebutkan raksasa TI asal Amerika Serikat itu akan melakukan pemangkasan karyawan besar-besaran.
Di lantai bursa, saham HP juga melempem dengan penurunan hampir 25% sepanjang tahun ini di Dow Jones.

Pun demikian, Whitman tak patah arang. Wanita yang  baru pertama kali masuk dalam daftar Forbes ini mengatakan, butuh waktu empat hingga lima tahun untuk memperbaiki kinerja perusahaan.Sejak menjadi Presiden dan CEO HP, Meg Whitman membuat sejumlah langkah-langkah besar dan berani. Salah satunya adalah dengan menggabungkan perusahaan divisi PC dengan divisi printing. Hal ini dilakukan guna merampingkan penjualan. Pada tahun 1998 hingga 2008 (10 tahun), ia pernah menjabat sebagai Presiden dan CEO eBay.

Sheryl Sandberg, COO Facebook

Sheryl Sandberg juga memiliki kisah dengan Google. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Perusahaan Penjualan Online Global. Di Facebook, Sheryl Sandberg kini menjabat sebagai Chief Operation Officer. Ia menduduki posisi tersebut pada bulan Maret 2008. Popularitas Facebook yang menjulang tak cuma mencuatkan nama Mark Zuckerberg. Seorang wanita bernama Sheryl Sandberg juga ikut terangkat ketenarannya seiring situs jejaring sosial itu kian meraksasa.

Sheryl sudah empat tahun menjabat sebagai Chief Operating Officer Facebook. Wanita cantik ini juga telah masuk dalam jajaran direksi Facebook sejak Juni lalu.
Pemegang gelar MBA dari Universitas Harvard ini sebelumnya sempat menjabat sebagai kepala staf U.S. Treasury Department saat pemerintahan Presiden Bill Clinton, serta menjadi Vice President Sales & Operation Global Google.

Meski memiliki karir cemerlang, bukan berarti Sheryl melupakan keluarga. Ia pun percaya seorang wanita dapat menjalankan dua peran sekaligus, yakni sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga dengan sama baiknya.
“Saya sangat percaya, wanita dan pria dapat sama-sama sukses untuk urusan karir dan keluarga. Semakin banyak wanita memiliki posisi yang kuat, maka akan semakin terbuka untuk mendapatkan peran tersebut,” Sheryl menegaskan.

Marissa Mayer, Google VP Of Location And Local Services

Inilah wanita yang meramaikan pemberitaan di jagat teknologi dalam dua bulan terakhir. Ia adalah Marissa Mayer sang CEO Yahoo.
Marissa digadang-gadang sebagai ‘juru selamat’ raksasa internet yang sedang terhimpit persaingan. Sebelum menerima pinangan Yahoo, wanita cantik ini merupakan petinggi Google yang juga alumni Stanford University.

Ditunjang dengan parasnya yang menawan, Marissa menjadi cepat terkenal dan disegani. Terlebih lagi, dia memang punya kemampuan dan kepandaian sehingga melesatkan posisinya. Padahal saat ini, ia sedang hamil.
Marissa Mayer lahir tanggal 30 Mei 1975 di Wausau, Wisconsin, Amerika Serikat. Dia adalah anak pertama dan perempuan satu-satunya dari pasangan Michael dan Margaret Mayer. Mayer punya seorang adik laki-laki yang berusia 4 tahun lebih muda darinya.

Kepandaian Marissa tampak menonjol sehingga ia diterima di seluruh universitas tempat di mana ia mendaftarkan diri. Ia bahkan menolak masuk ke Yale University dan memutuskan masuk ke Stanford University. Ia mengambil program studi rumit bernama Symbolic System.
Setelah lulus kuliah, ia mendapat tawaran kerja dari Sergey Brin dan Larry Page yang kala itu sedang sibuk mengembangkan Google. Mayer pun bergabung pada tahun 1999 ketika Google baru punya 19 pegawai. Dia adalah pegawai ke 20 dan satu-satunya teknisi wanita di sana.

Namun akhirnya, ia memutuskan untuk memulai petualangan baru degan menjadi nakhoda Yahoo yang notabene merupakan pesaing utama Google di jagat internet. Sama seperti Meg Whitman, Marissa baru pertama kali masuk daftar wanita paling powerful Forbes.Marissa Mayer masih berusia 37 tahun. Ia adalah anggota termuda dari komite eksekutif Google. Marissa Mayer begabung dengan Google sejak tahun 1999 hanya beberapa saat setelah lulus dari Stanford.

Susan Wojcicki, Google SVP Of Advertising

Nama Susan Wojcicki memang tak setenar Marissa Mayer. Namun ia juga merupakan salah satu karyawan andalan Google.
Wojcicki adalah sosok penting yang berada di balik produk iklan Google, yakni AdWords, AdSense, Analytics dan DoubleClick.

Wanita ini bisa dibilang sebagai motor bisnis Google. Bahkan pada tahun 2011 ia diberi tanggung jawab untuk mencari revenue sebesar USD 37,9 miliar untuk Google.Susan Wojcicki bekerja dengan Google bahkan sebelum Google lahir. Pada tahun 1998, Susan Wojcicki menyewakan garasinya kepada duo Google, Larry Page dan Serbey Brin dengan tarif USD 17.000 sebulan. Setelah Google menggurita, Susan Wojcicki menjabat sebagai professional marketing pertama Google. Dan pada bulan Oktober 2010, ia akhirnya menjabar sebagai Wakil Presiden Senior Periklanan Google.

Ursula Burns, CEO Xerox

Ursula Burns sudah masuk tahun ketiga sebagai CEO Xerox. Namun ia masih memegang strateginya untuk membuat Xeorx sebagai bisnis services ketimbang cuma sebagai penjual printer dan mesin fotokopi.
Pun demikian, strategi tersebut sejauh ini terbilang mujarab, sehingga Burns pun masih dipertahankan sebagai nakhoda setelah memulai karir di perusahaan ini pada tahun 1980 silam.

Burns pun tercatat sebaai salah satu wanita kulit hitam pertama yang memimpin perusahaan mayor Amerika Serikat.Ia bergabung dengan Xerox sejak 30 tahun yang lalu. Ursula Burns pertama kali memulai karir di Xerox sebagai pegawai magang tehnik mesin. Pada bulan Juli 2009 ia berhasil menduduki CEO Xerox. Tak lama setelah menjadi CEO Xerox, Ursula Burns mampu mengakuisisi jasa afiliasi komputer yang terbesar dalam sejarah Xerox sebesar USD 6,4 miliar.

Safra Catz, President Oracle

Safra Catz merupakan Presiden dan Chief Financial Officer Oracle. Ia lahir pada 1 Desember 1961 di Holon, Israel.
Catz sudah banyak makan asam garam di dunia bisnis. Sebelumnya ia pernah berkarir di perusahaan bernama Donaldson, Lufkin & Jenrette, serta Global Investman Bank.

Pada tahun 2009, Fortune dan Forbes sama-sama pernah mendapuknya masuk di jajaran most powerfull woman di dunia bisnis.
Di raksasa software tersebut, wanita paruh baya ini berambisi untuk mengukir rekor dengan membukukan operating margin tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Ambisi itu pun diharapkan akan datang pada tahun ini, dimana kepastiannya bakal ditentukan pada kuartal keempat.Safra Catz adalah wanita dengan gaji tertinggi di dunia dengan nilai total pendapatan USD 42 juta pada tahun 2010 silam menurut CNNMoney. Ia menjadi Presiden Oracle untuk perangkat lunak dan keras mulai Januari 2004.

Cher Wang, Co-Founder dan Chairperson HTC

Sebagai salah satu pendiri dan chairman produsen ponsel HTC, Cher Wang sepertinya tengah menghadapi masa-masa sulit. Hal itu terkait dengan semakin terhimpitnya HTC dari persaingan bisnis dan paten dengan Apple-Samsung.

Pada kuartal kedua kemarin, revenue HTC anjlok sampai 50% secara year on year. Tak pelak, sebuah terobosan begitu dinanti publik. Di sinilah peran Cher Wang sangat dibutuhkan.
Meski diakui sulit, Cher menegaskan bahwa HTC tidak takut menghadapi persaingan dan tantangan dari vendor lain.

Cher memang telah mendapatkan darah bisnis sejak lahir, Ia merupakan anak perempuan dari ikon bisnis Taiwan, Y.C. Wang yang kini telah menapaki dunia politik.Selain ikut mendirikan HTC, Cher Wang juga mendirikan pemasok prosesor komputer VIA Technologies, Inc pada tahun 1987. Pada bulan Oktober 2010, majalah Forbes menagurahi Cher Wang sebagai The Most Powerful Woman In Wireless.

Virginia Rometty, CEO dan President IBM

Virginia ‘Ginni’ Rometty adalah seorang veteran di dunia teknologi yang kini menjabat sebagai CEO IBM. Ia dulunya dikenal sebagai senior vice president and group executive for sales, marketing and strategy.
Rometty berhasil memimpin sejumlah bisnis penting IBM selama dekade terakhir. “Dengan setiap perannya, Rometty menguatkan kemampuan IBM untuk mengintegrasikan IBM dengan klien kami,” tutur Palmisano, mantan bos IBM yang telah pensiun.

Rometty tercatat sebagai CEO wanita pertama yang dimiliki IBM. Ia pula yang menggantikan Palmisasno yang sudah menjabat sebagai CEO selama hampir satu dekade.
Sebelumnya, di bawah tampuk kepemimpinan Palmisano, IBM menjual bisnis PC-nya ke Lenovo dan memfokuskan diri pada layanan dan perluasan market ke sejumlah negara. Strategi ini pun dilaporkan sukses.Virginia Rometty menjabat sebagai Presiden dan CEO IBM pada awal tahun ini. Salah satu prestasi terbesarnya selama 31 tahun karirnya bersama IBM saat memimpin proses akuisisi perusahaan konsultan PricewaterhouseCoopers  senilai USD 3,5 miliar.

Ellen Kullman, CEO DuPont

Ellen Kullman memulai karirnya bersama DulPont sekitar 24 tahun yang lalu. Ia pernah menjabat sebagai manajer pemasaran hingga jajaran wakil presiden eksekutif hingga CEO dan ketua dewan direksi mulai 1 Januari 2009.

 

Sumber :

http://sidomi.com/82842/9-wanita-paling-berpengaruh-dalam-dunia-teknologi/

http://inet.detik.com/read/2012/08/23/110619/1996835/398/9/para-wanita-perkasa-di-jagat-teknologi

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s