Wanita jadi Maskulin dalam Teknologi

Oleh: Ida Farida

362011055

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi

Progdi-Ilmu Komunikasi

 

Setiap orang pasti memerlukan informasi, baik itu memberi atau menerima informasi. Di era globalisasi ini arus perkembangan informasi semakin cepat. Hal ini dikarenakan adanya kemajuan teknologi khususnya di bidang informasi dan komunikasi. Teknologi informasi ini bisa berupa media masa, radio, tv, intermet, serta jejaring sosial yang ada di internet. Adanya kemajuan teknologi informasi ini telah membuat seolah-olah dunia ini ibarat ruang tanpa batas. Masyarakat bisa langsung mengetahui berbagai informasi dari berbagai negara yang ada di dunia. Dengan adanya teknologi informasi masyarakat tidak hanya bisa menerima informasi, tetapi juga bisa memberi informasi kepada pihak lain.

Komunikasi yang kian maju dan berkembang, tak pelak menimbulkan masalah tersendiri. Beragam masalah tersebut muncul seiring dengan inovasi-inovasi baru di dunia komunikasi.  Dunia komunikasi yang kian berkembang, membuat segala sesuatu kian global. Hak-hak privasi seseorang pun menjadi kian terlanggar.

Kehadiran komputer dan internet telah merubah dunia kerja, dari tekanan pada kerja otot ke kerja otak. Implikasinya adalah perbedaan perilaku pria dan wanita semakin mengecil. Kini semakin banyak pekerjaan kaum pria yang dijalankan oleh kaum wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol. Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya. Selain itu semakin banyak wanita yang menjadi pimpinan perusahaan dan sekaligus menjadi pemilik perusahaan.

Di Indonesia selama 54 tahun merdeka belum pernah ada wakil presiden wanita, kini di tahun 1999 Indonesia sudah memilikinya. Bahkan akhirnya menjabat sebagai presiden di Negara kita. Peran wanita dalam pengambilan keputusan dalam kehidupan keluarga semakin besar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Amerika Serikat 75 persen dari keputusan yang menyangkut kesehatan dalam keluarga diputuskan oleh wanita. Wanita membeli 50 persen dari mobil yang terjual di Amerika. Bahkan Toyota melaporkan bahwa 60 persen pembeli mobil mereka adalah kaum wanita. Sekitar 80 persen dari belanja keperluan konsumen sehari-hari dibelanjakan oleh kaum wanita.

Hal yang tidak kalah menariknya adalah semakin banyak wanita yang melakukan pekerjaan yang tadinya pekerjaan yang dominan dilakukan kaum pria. Kalau semula pekerjaan membeli ban baru untuk mobil umumnya dilakukan pria, kini ban mobil yang terjual di USA sekitar 45 persen dibeli oleh kaum wanita. Peralatan sport yang laku di USA 40 persen berasal dari pembeli wanita. Hal lain yang menonjol adalah 75 persen pakaian pria dibeli oleh wanita, dan seperempat dari mobil truk yang laku di USA dibeli oleh wanita (Aburdene & Naisbitt, 1993). Tampaknya wanita semakin dominan perannya dalam kehidupan masa kini. Sayang sekali data perilaku wanita yang rinci seperti itu tidak dimiliki oleh kita di Indonesia.. Namun rasanya kecenderungan seperti itu juga muncul di Indonesia walaupun tidak sepantastis wanita di Amerika Serikat. Diduga kecenderungan perilaku wanita seperti yang dikemukakan di atas akan semakin dominan di milenium baru ini. Selain internet ada permainan komputer yang diduga akan mempersempit perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak permainan elektronik Play Station yang sangat populer di Indonesia. Permainan dalam PS sangat banyak yang menonjolkan kekerasan. Permainan ini sangat digemari oleh anak laki-laki maupun anak perempuan. Kini berbagai permainan tersebut dapat diakses dan dimainkan melalui internet. Kini internet sudah menjadi pusat hiburan. Kita belum memperoleh informasi yang sistimatik tentang perbedaan aspek kognitif dan kepribadian pria dan wanita sebagai akibat penggunaan teknologi komputer seperti yang dikemukakan di atas.

Semakin banyak porsi wanita yang berperan seks maskulin pada saat ini, inilah pengaruh dari kemajuan teknologi. Yang kedepan akan diprediksi wanita juga akan memegang peran sama pentingnya dengan kaum pria. Atau wanita jadi maskulin dalam kemajuan teknologi era globalisasi.

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s