New Media www.omegle.com Praktik Seksual Interaktif: Kajian Dampak Omegle: Uses and Gratification dan Chatarsis

Oleh : Rahayu Lestari S _362011031

Situs Omegle (www.omegle.com) merupakan situs website yang menyediakan layanan one-on-one chat (chat satu-satu orang), baik video chat maupun hanya teks. Pasangan chat akan dipilih secara acak oleh Omegle. Omegle sangatlah unik karena chat yang dilakukan oleh penggunasepenuhnya anonim, karena penggunatidak perlu membuat akun di Omegle dan tidak perlu memberikan informasi personalnya. Tagline Omegle adalah “Talk to strangers!”. Walaupun dilakukan anonim, tidak menutup kemungkinan jika pengguna saling bertukar informasi personal dan akun media sosial ketika melakukan chat. Hal unik lainnya adalah pengguna dapat memutus chat dan mengganti pasangan baru (dengan diacak oleh Omegle). Anonymous chat, mungkin akan banyak orang yang bertanya-tanya sebenarnya apa sih yang bisa kita bicarakan via chat dengan seseorang yang anonim? Seseorang yang kita tidak bisa percaya begitu saja apakah dia perempuan atau laki-laki karena kita tidak bisa melihat profil dan fotonya seperti di Facebook. Mencari teman baru tentunya kurang dampaktif jika layanan yang ditawarkan tersebut sifatnya acak. Pertanyaan ini akan terjawab ketika kita sudah mencoba sendiri Omegle. Bahwa banyak terjadi praktik seksual interaktif melalui Omegle, baik dengan menggunakan webcam maupun hanya teks. Dengan webcam, penggunabisa berinteraksi langsung dengan melihat visual fisik lawan chat-nya, sedangkan jika hanya dengan teks biasanya penggunaakan berbagi link foto (sering disebut dengan trading pictures, bertukar foto). Dalam hal praktik seksual, sifatnya yang anonim justru menjadi kelebihan Omegle. Orang-orang dari berbagai belahan dunia menjadi tidak malu dan ragu untuk melakukan berbagai hal di Omegle karena ia tidak perlu membagi identitas dan informasi personal apapun dengan lawan chat-nya. Memang tidak semua penggunaOmegle menggunakan layanan chat untuk praktik seksual online, banyak juga yang memang menggunakannya untuk kepentingan lain seperti mencari teman baru di belahan dunia lain. Fenomena penggunaan Omegle ini dapat dijelaskan menggunakan Teori Uses and Gratifications (Penggunaan dan Kepuasan). Teori Uses and Gratifications adalah salah satu teori komunikasi yang menitik-beratkan pada audience atau khalayak atau pengguna sebagai penentu pemilihan pesan dan media. Khalayak dilihat sebagai individu aktif dan memiliki tujuan, dimana mereka memiliki kontrol atas pemilihan media yang akan mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Teori Uses and Gratifications ini sesuai dengan fenomena Omegle karena dalam penggunaan Omegle si pengguna dapat menyesuaikan dengan kebutuhan apa yang ia ingin puaskan. Jika pengguna hanya menginginkan obrolan ringan dan mencari teman baru di chat, maka ketika ia mendapatkan lawan chat yang mengajak virtual sex, ia bisa memutus koneksi chat tersebut lalu mencari pasangan baru, serta sebaliknya. Teori lainnya yang dapat menjelaskan fenomena Omegle adalah teori catharsis (katarsis). Konsep teori ini berdiri diatas psikoanalisa Sigmund Freud, yaitu emosi yang tertahan bisa menyebabkan ledakan emosi berlebihan, maka dari itu diperlukan sebuah penyaluran atas emosi yang tertahan tersebut. Penyaluran emosi yang konstruktif ini disebut dengan katarsis.  Seperti yang disebutkan sebelumnya, Omegle seringkali digunakan sebagai sarana sex chat, baik melalui webcam maupun hanya teks. Pendekatan katarsis ini bisa digunakan untuk mengkaji bagaimana Omegle menjadi prososial bagi penggunanya, terutama dalam hal pelepasan emosi seksual. Hasrat seksual yang dimiliki seseorang bisa dilepaskan dan dibersihkan melalui dilakukannya hubungan seks online melalui Omegle. Chat Omegle yang sifatnya interaktif dapat dijadikan sarana pemuasan bagi para penggunanya, tanpa harus mencari pasangan di dunia nyata. Omegle, diketahui bahwa terdapat beberapa alasan dimana seseorang lebih memilih sarana virtual untuk dijadikan sarana pemuasan hasrat seksual. Alasan tersebut seperti karena pengguna belum mendapatkan pasangan di dunia nyata sementara hasrat seksualnya sudah tak tertahankan. Alasan lain adalah pengguna merasa lebih nyaman karena sifat chat yang anonim sehingga ia bisa menutupi identitas personalnya. Chat yang sifatnya interaktif ini juga lebih diminati dibandingkan menonton film dengan konten pornografi karena pengguna secara langsung dilibatkan dalam interaksi seksual.

anda bisa melihatnya di Youtube dengan url sbb : (http://www.youtube.com/watch?v=2cATVx4vpnk)

video tersebut hanya ditampilkan dalam bentuk hiburan (lucu-lucuan), tapi memang kenyataannya ada yang seperti itu.

Bukti Gambar :

Referensi :

  1. http://www.omegle.com.
  2. Wimmer, R. D., & Dominick, J. R. (2009). Research in Media Effects.
  3. Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2009). Teori Komunikasi. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.
  4. http://id.wikipedia.org/wiki/Omegle.

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s