Membentuk Budaya Konsumtif Melalui Online Shop

Oleh: Aldila Eka Saputri / 362011074 / Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Komunikasi

 

Dewasa ini, bukan hanya pria yang sibuk bekerja, namun wanita juga disibukkan dengan dunia kerjanya. Hal ini yang membuat wanita tidak sempat bepergian walaupun hanya untuk berbelanja. Dunia online pun dilirik sebagai peluang bisnis, berbagai macam bisnis mulai bermunculan secara online. Dengan kemudahannya, online shop menjadi sebuah pilihan menarik untuk berbelanja. Di situs online shop ini, kita bisa melakukan transaksi pembelian barang yang tersedia, mulai dari handphone, baju, kosmetik hingga laptop. Apalagi dengan ditawarkannya  barang impor yang membuat konsumen, khususnya wanita semakin berlomba-lomba untuk mendapatkan barang yang di inginkannya.

Banyak situs yang menawarkan jasa online shop, bukan hanya kaskus.com dan tokobagus.com, facebook dan twitter menjadi sasaran empuk tempat untuk berbisnis. Tidak mau ketinggalan, Blackberry yang kita kenal dengan fitur Blackberry Messenger nya pun menawarkan hal yang sama. Contohnya pada Blackberry, si penjual kosmetik akan mengirimkan broadcast message ke semua kontak BBM nya dengan menjelaskan manfaat dan promosi harga kosmetik tersebut. Selain itu, para penjual biasanya membuat group di BBM yang berisi foto-foto barang yang dijualnya lengkap dengan spesifikasi barang dan harga. Lalu mereka menginvite orang-orang di kontak mereka untuk menjadi anggota dalam group tersebut. Lain lagi dengan sistem penjualan lewat facebook. Si penjual akan mengupload barang dagangannya, kemudian menandai foto barang tsb pada daftar teman di facebooknya.

Sistem jual-beli ala online shop ini bukan hanya menjamur di kalangan pekerja kantoran dan wanita karir yang tidak sempat berbelanja ke mall, kalangan remaja pun tidak mau ketinggalan dengan sistem berbelanja yang mudah ini. Contohnya hanya dengan memilih barang yang diinginkan sesuai ukuran, pembeli harus mengirimkan nama, alamat, dan no.telf yang bisa dihubungi melalui SMS atau BBM, si penjual akan memberikan no. rekening supaya pembeli mentransfer uangnya seharga barang tsb dan ongkos kirim pada penjual. Kemudian penjual akan mengirim barang tsb sesuai alamat. Ada pula sistem pembayaran pre order, berlaku pula untuk untuk barang impor. Setelah pesan barang, penjual diharapkan mentransfer uang muka dahulu, barang akan siap sesuai deadline yang ditentukan, biasanya 1minggu-2minggu,  setelah siap penjual akan mengirim barang tersebut, baru kemudian pembeli melunasi kekurangannya.

Hal ini memunculkan berbagai dampak di saat masyarakat mulai mengadopsi budaya konsumtif. Tak jarang ditemukan penipuan bermodus online shop di berbagai jejaring sosial karena masyarakat tidak pintar memilih situs berbelanja yang resmi atau tidak.

Dampak positif adanya online shop:

  • Belanja lebih praktis.
  • Bisa membandingkan harga dengan murah dari satu online shop ke online shop lain, tidak perlu jalan ke satu toko ke toko lain dan melihat banyak barang selain barang yang kita tuju.
  •  Cakupan belanja lebih luas, bahkan kita bisa membeli barang dari luar kota atau luar negeri

Namun selain itu, lebih banyak dampak negatif adanya online shop:

  • Konsumen akan kecanduan dengan berbagai UPDATE dari sang penyedia layanan, mereka akan merasa rugi jika ketinggalan tren yang di keluarkan.
  • Membentuk pola pikir manusia yang konsumtif
  • Mengajarkan konsumen bersifat malas. karena sang konsumen hanya menungguinya sampai barang yang dia inginkan sampai dirumah.
  • Banyak berbagai pengalaman yang menyebutkan bahwa penjualan ini sifatnya maya. Kita hanya di beri sekilas gambaran tanpa mengetahui bentuk aslinya.Sering kali kejadian ini memberikan ketidakpuasan terhadap konsumen.
  • Banyak terjadi penipuan
  • Beberapa online shop menaikkan harga

Sebagai mahasiswa, jika saya harus memilih membeli barang melalui online shop atau langsung pergi ke toko, saya lebih puas bila harus membelinya di toko. Selain percaya dengan kualitas barang dan sesuai dengan ukuran, tidak menutup kemungkinan sebagai mahasiswa saya akan menawar harga barang tersebut atau mencari barang diskonan sesuai kantong saya. Bila anda ingin berbelanja memanfaatkan jasa online shop, ada baiknya mencaritahu dahulu informasi tentang online shop tersebut, dan membandingkan harga barang dari online shop satu, ke online shop lainnya yang terjamin keamanannya.

Referensi

http://muda.kompasiana.com/2011/12/13/menjamurnya-online-shop-di-blackberry-messenger-dan-konsumerisme-di-kalangan-anak-muda/

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s