FACEBOOK: Identitas ?

Elsa Theofani Charisma | 362011014 | FISKOM-UKSW

Facebook adalah salah satu situs jejaring sosial yang diluncurkan pada tahun 2004 oleh seorang mahasiswa Harvard University, Mark Zuckerberg. Bagi mereka yang ingin menggunakan situs jejaring sosial yang muncul di akhir jaman Friendster ini diharuskan untuk mendaftar sebelum dapat menggunakan Facebook. Setelah itu, pengguna dapat membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lain sebagai teman, dan bertukar pesan, termasuk pemberitahuan otomatis ketika mereka memperbarui profilnya. Facebook menjadi media bagi mereka yang ingin berkomunikasi dengan teman atau saudara mereka yang terpisahkan oleh jarak dan waktu. Selain itu, kelebihan Facebook adalah memiliki aplikasi yang unik dan beragam, mulai dari permainan, simulasi saham, chating, dan masih banyak lagi yang membuat penggunanya betah menggunakan waktunya untuk bermain Facebook, lewat media ini ‘Facebookers’ sapaan bagi penggunanya dapat mengetahui apakah ada teman mereka yang sedang online chat di Facebook pada saat ia juga berada di sana, sehingga mereka dapat langsung berkomunikasi lewat fasilitas chatting  yang disediakan Facebook.

Dengan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan situs jejaring sosial Facebook ini, membuat sejarah tersendiri bagi dunia. Mengapa? Jumlah para pengguna Facebook kini mencapai 961,372,380 pengguna di dunia. Dan Indonesia berada di posisi keempat dari 10 negara terbesar dari segi jumlah pengguna Facebooknya dan dari segi 10 negara pengguna Facebook seminggu terakhir, Indonesia menduduki posisi kedua (http://www.checkfacebook.com/).

Gambar

Ada kelebihan, ada pula kekurangan.

Ya, Facebook memang memiliki banyak kelebihan yang memuaskan para penggunanya untuk betah bermain Facebook. Namun, Facebook juga memiliki kelemahan yang menimbulkan kasus hingga adanya korban bagi para penggunanya. Facebook merupakan salah satu situs jejaring sosial yang dapat digunakan anak di bawah umur dengan memalsukan umurnya, karena sistem pengamanan Facebook yang kurang atau bebas diakses oleh siapapun yang membuka situsnya. Ada juga pengguna Facebook yang memalsukan identitasnya hanya karena ingin memenuhi keinginannya. Untuk memudahkan kita memahaminya, saya mencoba menjelaskannya dengan contoh kasus yang beberapa waktu yang lalu disiarkan di berita televisi (Metro TV) seorang waria yang membuat akun Facebook dengan profil lengkap yang menggambarkan seorang perempuan mendekati seorang laki-laki asli, kemudian mereka menjalin hubungan hingga memutuskan untuk menikah. Namun, pada semakin hari kejanggalan atas identitas waria tersebut semakin nyata. Apalagi, waria tersebut tertangkap basah saat ia lupa mencukur jenggotnya, tetangganya mencurigainya karena tingkah lakunya seperti laki-laki, dan mereka mengetahui bahwa ia memang seorang laki-laki yang memalsukan identitasnya dan menunjang penampilannya seperti perempuan. Kemudian, waria tersebut dijebloskan ke penjara sebagai tersangka kasus penipuan.

Dari kasus tersebut, dapat disimpulkan bahwa Facebook sebagai media sosial yang memang menguntungkan bagi mereka yang menggunakannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, digunakan secara benar bertanggung jawab. Dan seharusnya, para penggunanya lebih berhati-hati ketika berhubungan dengan orang lain lewat jejaring sosial yang memiliki tampilan minimalis seperti Facebook agar semua dapat ber-Facebook ria dengan nyaman.🙂

DAFTAR PUSTAKA

http://www.asal-usul.com/2009/03/facebook-data-dan-fakta-sejarah.html

http://www.checkfacebook.com/

http://www.anneahira.com/sejarah-facebook.htm

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s