(Dari “#”, Sampai “*”)

oleh : Christabel Sindhu Permadhi (362011047)

FISKOM, Progdi Komunikasi, Universitas Kristen Satya Wacana 2012

 

Komunikasi, menurut Everton Roses, adalah proses mengalihkan suatu ide dari sumber kepada satu penerima atau lebih dengan maksud mengubah perilaku. Dalam proses tersebut, manusia menggunakan simbol sebagai sarana untuk mengalihkan idenya. Simbol-simbol tersebut dapat berupa simbol verbal, maupun non verbal. Bahasa adalah bentuk dari simbol verbal. Dalam percakapan kita sehari-hari dengan teman, dosen, ataupun keluarga kita sendiri, kita menggunakan simbol yang berupa bahasa sebagai sarana untuk mengalihkan ide kita. Selain simbol verbal, dalam komunikasinya manusia juga menyertakan simbol non verbal untuk menyampaikan pesan-pesaannya. Terkadang mereka tidak menyadari bahwa selain kata-kata yang ia ucapkan, partner komunikasinya juga memerhatikan simbol non verbal yang ia sertakan dalam penyampaian pesannya. Bahkan terdapat sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa simbol non verbal yang disampakan oleh seorang komunikator, memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap komunikannya daripada simbol verbal yang disampaikannya. Simbol non verbal tersebut dapat berupa ekspresi, gestur, maupun intonasi yang secara sadar maupun tidak ia sertakan pada saat ia mengucapkan kata-katanya.

Sejalan dengan perkembangan teknologi komunikasi yang kian canggih, bentuk, pola, dan peralatan komunikasi juga mengalami perubahan. Internet membawa pengaruh yang besar terhadap perubahan-perubahan tersebut. Ketika dahulu manusia hanya bisa berkomunikasi secara terbatas, semenjak ditemukannya internet manusia telah bisa berkomunikasi dengan segala kemudahannya. Seperti berkomunikasi jarak jauh dengan mudah dan cepat tanpa harus menunggu berhari-hari (seperti menggunakan surat), bahkan berkomunikasi secara audio-visual (webcam).

Dari internet, muncul situs-situs jaringan sosial yang telah banyak digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Facebook adalah salah satunya. Facebook banyak digunakan oleh masyarakat disamping  jejaring sosial lainnya, seperti Twitter, Plurk, Koprol, dll. Munculnya Facebook ini adalah wujud nyata dari perubahan bentuk, dan pola komunikasi yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi komunikasi.

Pengguna Facebook menggunakan status sebagai sarana untuk menyebarkan ide atau pesannya kepada  pengguna lain yang terdaftar di Facebook dan telah menjadi teman di situs jejaring sosial tersebut. Selain membuat status, pengguna Facebook juga dapat “ngewal” untuk menyampaikan pesannya melalui beberapa karakter.

Sebuah status, dan atau tulisan di wall seseorang merupakan bentuk pengalihan informasi/ ide/pesan. Setelah mengetahui bahwa dalam proses komunikasi terdapat simbol verbal dan non verbal, status, dan wall merupakan bentuk simbol verbal. Seiring perkembangannya dan kreativitas dari penggunanya, penyampaian pesan di situs tersebut telah mulai disisipkan pesan non verbal yang digambarkan melalui bentuk bentuk tertentu. Seperti smiley dan autotext. Smiley dan autotext merupakan bentuk pesan non verbal dalam komunikasi di sebuah situs jejaring sosial yang digambarkan melalui bentuk bentuk tertentu yang dihasilkan melalui kombinasi simbol-simbol tertentu. ( seperti contoh : J,😀, dan lain-lain).

Akan tetapi, seiring perkembangannya, pengguna Facebook merasa bahwa simbol non verbal yang hendak ia sertakan dalam pesannya tidak cukup ter-wakil-kan apabila hanya menggunakan Smiley dan autotext. Maka mulailah muncul berbagai inovasi baru dalam komunikasi sosial media. Mereka mulai menggambarkan pesan non verbal yang hendak ia sampaikan kedalam kata-kata. Pengguna Facebook ternyata banyak dipengaruhi oleh pola penggunaan Twitter. Mereka mulai memasukkan sebuah fungsi yang ada dalam Twitter. Satu hal yang paling mecolok adalah adopsi Hashtag pada penggunaan Facebook.

 Gambar

 Hashtag adalah fungsi yang terdapat pada situs jejaring sosial Twitter yang diadopsi oleh beberapa pengguna Facebook. Hashtag atau # adalah keyword atau tag yang terdapat pada pesan yang disampaikan dalam Twitter. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan agar sebuah tweet menjadi terindeks. Dengan adanya hashtag juga, tweet (istilah bagi post yang dibuat dalam situs jejaring sosial Twitter) akan mudah tercari pada twittersearch. Dalam contoh gambar, penggunaan hashtag pada facebook, hashtag digunakan oleh pengguna tersebut untuk mengawali pesan non verbal yang hendak ia sampaikan.

Akan tetapi hal tersebut menjadi menjadi tidak tepat guna kontroversi apabila melihat fungsi dan asal mula dari hashtag itu sendiri.  Timbul berbagai kritik dari berbagai pihak dan bahkan dari pihak pengguna sendiri mengenai penggunaan hashtag pada Facebook. Kritik yang disampaikan bahwa sebenarnya hashtag menjadi rancu saat digunakan di Facebook.

Karena kontroversi penggunaan hashtag tersebut semakin populer, dan bertambahnya pengetahuan tentang penggunaan hashtag,  pengguna Facebook mulai mencari pengganti simbol “#” tersebut untuk mewakili pesan non verbal yang hendak ia sampaikan. Mereka mulai menggunakan simbol-simbol lain untuk mengantarkan penggambaran pesan non verbal yang hendak ia sampaikan melalui tulisan. Seperti penggunaan tanda kurung “()”, dan penggunaan tanda bintang “*”. Dan mungkin akan muncul lagi inovasi baru dalam pola komunikasi di sosial media Facebook.

 Gambar

                                                                                                                                                      Perkembangan teknologi komunikasi telah membawa pengaruh dan perubahan yang besar terhadap komunikasi manusia. Bahkan pesan non verbal kini mampu dibahasakan untuk memperjelas, menghidupkan, atau untuk kepentingan lainnya yang ditambahkan oleh pembuat pesan tersebut kedalam informasi yang ia sebarkan. Terlepas dari segala kontroversi penggunaan atau pengantar yang digunakan (“#”, “*”) pesan non verbal yang telah berhasil dibahasakan oleh manusia sudah berhasil membantu untuk mengurangi ketidakpastian dalam komunikasi, memperjelas pesan yang hendak disampaikan, dan menambah variasi  dalam berkomunikasi, terutama komunikasi di dalam situs jejaring sosial.

Sumber:

Nurudin, Sistem Komunikasi Indonesia. 2007. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

http://tuitbolot.blogspot.com/2010/02/apa-itu-hashtag-twitter.html

http://ictwatch.com/internetsehat/2012/08/09/apa-itu-hashtag-alias-tagar/

http://ict-site.blogspot.com/2009/03/macam-situs-jejaring-sosial_5012.html

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s