Remaja dan Pergeseran Fungsi Handphone (You vs Handphone)

Chaterina Kelly Ekaristi / 362011007 / Program Studi Ilmu Komunikasi – FISKOM UKSW

Perkembangan jaman teknologi yang semakin pesat cukup menggemparkan masyarakat di dunia, khususnya para anak di bawah umur dan remaja. Handphone adalah alat komunikasi, baik jarak dekat maupun jarak jauh. Seperti yang di katakan oleh Everett M.Rogers, komunikasi adalah proses suatu ide yang dialihkan dari satu sumber kepada satu atau banyak penerima dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.

Alat ini merupakan komunikasi lisan atau tulisan yang dapat menyimpan pesan dan sangat praktis untuk dipergunakan sebagai alat komunikasi karena biasa dibawa kemana saja dan ditaruh dimana saja. Telepon genggam yang dikenal dengan sebutan handphone ini memang unggul karena sifatnya wireless. Smartphone merupakan telepon genggam yang memiliki daya tinggi dengan fungsi yang menyerupai kompter. Banyak unsur yang mengacu para anak dan remaja untuk meninggalkan budaya tradisional karena sifat teknologi yang terus berkembang. Apalagi dengan kecanggihan smartphone yang mudah di bawa kapan saja. Sehingga makin lemahnya tingkat konsentrasi anak-anak dan remaja pada saat dalam proses belajar mengajar. Mereka cenderung memilih memainkan handphone untuk sms, chatting, bahkan mendengarkan musik atau video, ketimbang mendengarkan apa yang dijelaskan oleh gurunya. Ada juga yang menyalahgunakan fungsi HP ini sebagai alat untuk melakukan chat sex. Pada jam di luarpun mereka lebih senang menghabiskan waktunya dengan handphonenya dari pada belajar. Padahal dampak yang akan ditimbulkan adalah turunnya kualitas prestasi remaja dalam hal bersaing.

Dampak yang ditimbulkan akibat pergeseran fungsi smartphone ini adalah kecenderungan remaja yang memiliki sifat konsumtif. Di kalangan produsen juga terdapat provider-provider dan menjadi persaingan (perang tarif). Adapun landasan teori mengenai pengaruh pergeseran fungsi yakni konstruktivisme, merupakan pandangan mengenai cara seseorang belajar dan membangun pemahaman tentang dunia sekitar melalui benda-benda yang direfleksikan dengan pengalamannya (Piaget, 1967). Perkembangan teknologi dapat menyebabkan manusia semakin bergantung dengan handphone, dan perlu kita ketahui juga nilai-nilai dasar manusia agar dipertahankan, sehingga bukan handphonelah yang menguasai kita. Apa yang terjadi pada kita jika dalam sehari saja tidak menggunakan handphone? Saya rasa jawabannya tidak bisa, itu menjadi fakta bahwa kita telah di bawah pengaruh handphone.

Tidak seperti mereka (minoritas) yang menggunakan handphone “jadul” dengan fungsi utama sebagai alat telekomunikasi. Berbeda dengan mereka yang memakai handphone “smartphone”. Fitur-fitur yang ada dalam handphone jadul tersebut terbatas pada telepon dan sms. Sementara mereka yang memakai smartphone punya peluang cukup besar untuk berkreasi dan beraksi, oleh sebab itu remaja hendaknya mampu menjadikan Hand Phone sebagai media pembelajaran.

Daftar Pustaka

Rogers,Everett M,1986, Communication Technology. New York : Freepress

(http//:www.wikipedia.com/teknologi/komunikasi/handphone)

Badwilan, Rayyan Ahmad. Rahasia Dibalik Handphone. Jakarta : Darul Falah,

2004.

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s