Di saat “Dunia Maya” Terasa Lebih Dekat Daripada “Dunia Nyata”

Rifan Frambudi / 362011028 / Program Studi Ilmu Komunikasi – FISKOM UKSW

Saat ini tentu hampir semua kalangan sudah mengenal internet.Terlebih lagi banyak operator-operator yang saling bersaing dalam menyuguhkan layanan internet murah yang tentu saja mempermudah semua kalangan dapat menggunakan internet.Bahkan akibat mudahnya menjelajah di dunia maya sampai ada yang beranggapan kalau dunia maya itu lebih baik dan lebih perhatian dibandingkan dunia nyata. Salah satu contohnya ialah teman, dimana banyak yang mengatakan bahwa teman dunia maya itu lebih baik dibandingkan teman yang berada di dunia nyata

Selain itu juga perkembangan jaman sudah berubah seiring dengan adanya Internet. Semua orang di kota besar bahkan di desa sudah tau dengan internet, sampai sampai internet menjadi hal wajib dikalangan anak muda saat ini, entah itu dengan jejaring sosial ataupun sejenisnya seperti facebook dan twitter. Hal ini kemungkinan dapat terjadi karena tingkat aktivitas individu di dunia maya itu lebih tinggi dibandingkan aktivitasnya di dunia nyata. Ambil contoh seorang siswa sekolah, dimana siswa sekolah dulu pada pertengahan tahun 90-an sampai 2000 kurang mengenal yang namanya dunia maya (maupun jejaring sosial). Karena minimnya informasi tentang dunia maya maka pergaulan di dunia nyata merupakan kegiatan yang terus-menerus dilakukan.

Namun di era 2000-an sampai sekarang. Dimana segala kemudahan dalam mengakses dunia maya lebih terbuka. Bahkan mereka yang masih berstatus siswa Sekolah Dasar saja sudah banyak yang memiliki gadget canggih untuk mendukung kebutuhan mereka akan dunia maya

Selaim itu interaksi di dunia maya yang lebih mudah, menjadi alasan utama kenapa para generasi baru ini memilih untuk menghabiskan sebagian besar kegiatannya di dunia maya.Mereka tidak perlu mengeluarkan keringat atau merasa lelah bila berinteraksi melalui dunia maya karena segala macam interaksi hanya dilakukan dengan ujung jari mereka.

Jakarta, Srio – Ipsos, the home of researchers, sebuah perusahaan riset pasar mengumumkan hasil survei the Global @dvisor Wave 29 dan 31, yang telah dilakukan awal tahun 2012 yaitu  bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang penduduknya lebih aktif bersosialisasi di dunia maya dibanding di dunia nyata. Survei tersebut dilakukan terhadap responden yang belum dan sudah menikah.

“Jam kerja yang panjang dan kehidupan yang sibuk sering menghalangi kita mengangkat telepon untuk ngobrol dengan teman atau meluangkan waktu untuk berkumpul. Teknologi internet dan perangkat komunikasi masa kini menawarkan solusi yang mudah untuk bersosialisasi dan tetap berhubungan dengan sesama – sekaligus mengakomodasi beberapa percakapan terjadi pada saat yang sama. Sebagai generasi internet baru yang dibesarkan bersama teknologi dimana untuk berteman hanya perlu satu klik saja, kami yakin bahwa tren ini akan terus tumbuh,” ungkap Iwan Murty, Managing Director Ipsos di Indonesia.

Karena itu jangan salah sekarang internet (dunia maya) menjadi salah satu gaya hidup atau kebutuhan bagi semua orang saat ini dan internet menjadi sebuah kebalikan dari dunia nyata kita sebenarnya. Bahkan ada yang menjadikan internet (dunia maya) menjadi benar-benar kehidupan seseorang itu sendiri seperti contohnya dari bangun tidur sampai mau tidur lagi pasti selalu berinteraksi dengan internet.

Namun kita tidak mengetahui bahwa terlalu banyak berinteraksi di dunia maya juga menyebabkan seseorang sulit berkomunikasi di dunia nyata.Tidak jarang terlihat orang yang ‘heboh’ di dunia maya ketika di dunia nyata merupakan pribadi yang pendiam. Pola pikir bahwa dunia maya ‘lebih aman’ dalam beropini juga terkadang meracuni pikiran individu, misalkan aja ada masalah A yang dibahas di forum dunia maya, kemudian individu X mampu beropini dan beragumen, namun apabila masalah A dibahas dalam forum di dunia nyata, ada kemungkinan individu X akan cenderung diam.

Itulah dunia saat ini sudah dikendalikan oleh internet, tapi sebenarnya interenet hanya digunakan untuk mencari informasi yang mungkin kita kita ketahui (menurut saya). Yap itu semua tergantung dari cara pandang kita masing-masing yang menilai tentang internet itu sendiri dan menggunakan internet sebagai mana mestinya. Jangan sampai kita kebingungan untuk membedakan mana dunia nyata dan mana dunia maya.

Daftar Pustaka:

Kebiasaan Orang Indonesia di Dunia Maya

Candu Bernama Linimasa

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s