Pembajakan Software = CYBERCRIME

Agung Wahyudi / 362011029 / Program Studi Ilmu Komunikasi – FISKOM UKSW

Gambar

Hadirnya masyarakat informasi (information society) yang diyakini sebagai salah satu agenda penting masyarakat dunia di milenium ketiga antara lain ditandai dengan pemanfaatan Internet yang semakin meluas dalam berbagai akiivitas kehidupan manusia, bukan saja di negara-negara maju tapi juga di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Fenomena ini pada gilirannya telah menempatkan ”informasi” sebagai komoditas ekonomi yang sangat penting dan menguntungkan.

Perkembangan internet menciptakan dunia cyber, akibat pesatnya perkembangan internet sendiri sehingga cyberworld menciptakan ruang-ruang maya bagi para penggunanya. Perkembangan dari cyberworld tidaklah selalu positif . Ruang-ruang maya (cyberspace) dijadikan tidak hanya sebagai media informasi melainkan kebanyakan digunakan kepada hal yang negatif.

Aktivitas yang potensial untuk dilakukan di cyberspace tidak dapat diperkirakan secara pasti mengingat kemajuan teknologi informasi yang sangat cepat dan mungkin sulit diprediksi. Sebab akan kebutuhan informasi dibutuhkan dan menjadi sasaran empuk sebagai komoditas ekonomi banyak oknum oknum tertentu melakukan pembajakan software piracy. Salah satu contohnya adalah maraknya software piracy bajakan OS Windows yang didownload bebas di pasaran Indonesia.

Kejahatan ini disebut Hijacking yaitu melakukan pembajakan hasil karya orang lain. Akan tetapi maraknya penggunaan software gratis bajakan di indonesia tidak lepas dari mudahnya akses internet yang memberikan aplikasi gratis untuk mendownload software software tersebut secara gratis.

Gambar

Hal ini merupakan salah satu dampak dari dunia cyber yang negative sehinngga menciptakan cybercrime. Cybercrime yaitu istilah yang mengacu pada aktifitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan.  Atau dapat diartikan sebagai kejahatan dunia maya.

Cybercrime adalah perbuatan yang melanggar hukum yang memanfaatkan jaringan internet sebagai medianya. Perbuatan ini dapat merugikan banyak pihak, untuk itu diperlukan adanya kesadaran dari masyarakat sebagai pengguna dan pemerintah untuk membatasi sepak terjang pelaku cybercrime mengingat kejahatan cybercrime di Indonesia juga sudah mulai marak bahkan menduduki peringkat teratas di Dunia.Indonesia sendiri merupakan negara yang presentase pembajakan sotware mencapai 86 persen. Angka ini cukup terbilang tinggi. Oleh karena itu,agar menjadi negara yang bisa menjadikan teknologi sebagai peningkat sumber daya gunakanlah sofware asli.

Sumber :

Akbarmail1996.blogspot.com/2012/06/05-negara-pembajak-software-tertinggi-di.html, akses jumat 20:58

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s