“Game Online” Sebagai Virtual World

Gambar

YOGYA FIRMAN NUR ROBBY / 362011091 / Program Studi Ilmu Komunikasi – FISKOM UKSW

Game saat ini tidak seperti game terdahulu, jika dahulu game hanya bisa maksimal dimainkan dua orang, sekarang dengan kemajuan teknologi terutama jaringan internet, game bisa dimainkan 100 orang lebih sekaligus dalam waktu yang bersamaan.Walaupun game ditujukan untuk anak-anak, tidak sedikit pula orang dewasa kerap memainkannya bahkan tidak sedikit yang menjadikannya sebagai pekerjaan dan mendapat penghasilan dari bermain game.

Game Online juga membawa dampak yang besar terutama pada perkembangan  jiwa seseorang. Walaupun kita dapat bersosialisasi dalam game online dengan pemain lainnya, Game online kerap membuat pemainnya melupakan kehidupan sosial dalam kehidupan sebenarnya. Game online sendiri menciptakan kenyataan dalam dunia virtual (virtual reality). VR memiliki kemampuan untuk membiarkan manusia untuk berinteraksi lebih dalam dengan lingkungan buatan yang visual melalui games interaktif yang sangat menarik, serta dapat menstimulasi sensasi penglihatan, perabaan dan pendengaran seseorang.

Di tengah berkembangnya game yang menciptakan virtual worlds bagi orang banyak, ternyata masih ada sedikit kepedulian yang ditunjukkan oleh beberapa vendor pembuat game dengan adanya education virtual worlds.

Dampak  game online sangat besar sekali, hasil survey berapa orang yang pergi ke warenet untuk mencari sebuah berita, atau sumber ilmu lainnya. Didapatkan sekitar 80% orang yang pergi ke warnet hanya untuk bermain game saja, bahkan para anak sekolah / mahasiswa mereka rela meninggalkan sekolahnya atau meninggalkan kuliahnya hanya demi bermain game berjam – jam.

Bahkan sekarang game online telah menjadikan generasi muda kita menjadi ketagihan, sebut saja game bermain poker di facebook yang dapat menjual chip nya untuk menghasilkan uang, Maka berlomba – lombalah para gamers untuk bermain Poker dan kemudian menjual chip mereka bahkan mereka rela mengorbankan apa saja untuk meluangkan waktu demi permainan ini.

Tuntutan dunia nyata yang kadang membuat vendor vendor pembuat game tidak memperhatikan nilai edukasi yang ada didalam game tersebut. Game yang menciptakan dunia virtual worlds untuk kehidupan nyata saat ini lebih banyak memiliki tujuan komersil sehingga nilai nilai edukasi sangat minim ketika pembuatan game.

Setidaknya tumbuhnya perkembangan teknologi sebagai revolusi yang menciptakan dunia virtual, harus diperhatikan juga nilai-nilai dunia nyata yang bisa diaplikasikan secara positive didalam dunia virtual .

Sumber Pendukung:

http://www.anneahira.com/dunia-maya.htm diakses 27 oktober 2012 jam 08.00

http://aplikasiergonomi.wordpress.com/2011/12/26/virtual-reality/  diakses 27 oktober 2012 jam 08.00

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s