Memotret Eksistensi Kaum Gay Melalui Account “MANJAM”

Gusti Agung Mahendra / 362011001/ Program Studi Ilmu Komunikasi – FISKOM UKSW

Pada kesempatan kali ini penulis akan memaparkan penelitian kecil yang penulis lakukan mengenai kaum HOMOSEKSUAL dalam hal ini menjuruskan pada kaum “Gay”.  Kata ini mungkin bukan merupakan kata yang asing lagi bagi masyarakat jaman sekarang. Namun, dalam perkembangan di masyarakat stereotype yang muncul masih saja negatif terhadap kaum marginal ini. Padahal mereka pun merupakan masyarakat yang sama seperti kita yang membutuhkan kehidupan yang layak dan bukan pengasingan oleh masyarakat.

Pada awalnya internet adalah model komunikasi yang sederhana bila dibandingkan dengan model komunikasi face-to-face . Internet tidak hanya terkandung arti berupa teknologi yang saling berhubungan satu dengan lainnya, tapi juga terdapat fenomena-fenomena sosial sebagaimana yang terjadi dalam interaksi antarindividu.  Bentuk fenomena sosial dari objek internet berimplikasi pada bagaimana teknologi ini menjadi bagian akhir dari negosiasi di mana terdapat masing-masing persepsi dari individu yang mengaksesnya(Rulli Nasrullah,2012:51,52).

Berhubungan pula dengan dampak internet terhadap interaksi yang terjadi pada masyarakat dalam menggunakan internet ini, hal yang sama pun digunakan oleh kaum gay sebagai media mereka untuk dapat saling berinteraksi dengan masyarakat luas secara umumnya atau pun mengakses situs tertertentu untuk dapat berinteraksi dengan sesama kaum mereka. Dalam hal ini yang ingin di angkat oleh penulis adalah mengenai sebuah social media yang bernama MANJAM (http://www.manjam.com).

Manjam ini adalah sebuah social media yang digunakan oleh kaum gay untuk menjalin relasi dengan sesama kaum mereka yang berada di mana pun. Situs ini merupakan situs yang berbayar untuk dapat mengakses seluruh aplikasinya secara utuh, atau bisa juga digunakan secara trial bagi mereka yang hanya menggunakan account ini hanya untuk menjalin pertemanan saja. Akun pertemanan ini sama halnya seperti akun sosial lainnya seperti facebook,twitter,hi5,g+,dkk. Pada akun manjam ini pun terdapat term of privacy yang harus diisikan agar dapat menjadi member akun ini. Model dari manjam ini sendiri dalam melakukan chat adalah melalui message dan bukan seperti sistem fb yang melakukan sistem chat on-line. Pada akun ini yang menjadi membernya adalah mereka yang berorientasi gay,bisexual,lesbian,male to female,atau female to male, dan ada juga yang normal (straight). Adanya akun manjam menunjukan bahwa kaum gay jaman sekarang ini mulai menunjukan eksistensi diri mereka, salah satunya melalui jejaring sosial seperti www.manjam.com ini. Selain itu hal ini juga membuktikan bahwa kehadiran teknologi menjadi salah satu medium yang mampu memenuhi kebutuhan individu akan komunikasi dan bisa mendorong lebih bebas untuk mengungkapkan siapa diri mereka.(Rulli Nasrullah,2012:114)

Eksistensi dan pengakuan yang diinginkan oleh kaum ini, dapat tersalurkan salah satunya adalah melalui media social berupa akun yang khusus bagi kaum mereka. Sehingga di era modern seperti sekarang pun pembunuhan karakter (character assassination) dapat dikurangi, karena tidak ada seorang pun yang berhak menghalangi seseorang dalam berekspresi dan mengembangkan karakter di tengah masyarakat (Burhan Bungin,2009:361).

sumber:

Bungin Burhan.2009.SOSIOLOGI KOMUNIKASI. Jakarta: Kencan Prenada Media Group

Nasrullah R.2012.Komunikasi Antar Budaya (di era Budaya Siber).Jakarta: Kencana Media Group

http//: http://www.manjam.com

Your Comments

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s